Kejagung Tidak akan Mengubah Vonis Samadikun

Buronan perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (21/4). Usai pemeriksaan tersebut Samadikun ditempatkan di lembaga pemasyarakatan Salemba. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Arah - Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan segera mengeksekusi penyitaan aset milik pengemplang dana BLBI Samadikun Hartono sebagai pengganti kerugian negara sebesar Rp169,4 miliar.

"Sita aset itu kan sesuai putusan pengadilan," kata Jaksa Agung di Bandara Halim Perdana Kusumah, Kamis (21/4), dikutip Antara.

Pernyataan HM Prasetyo itu berbeda dengan putusan MA yang menyatakan Samadikun harus bertanggung jawab atas kerugian negara Rp11,9 miliar dari keseluruhan Rp169,4 miliar.

Saat itu, Samadikun selaku pemilik Bank Modern divonis empat tahun penjara sedangkan di tingkat pertama divonis bebas. Namun, Samadikun melarikan diri hingga ditangkap otoritas Shanghai, Tiongkok, pada 14 April 2016.

Jaksa Agung juga tidak mau berandai-andai antara kurs dolar saat Samadikun divonis bersalah pada 2003 dengan tahun sekarang.

"Tapi putusannya sekian kan, kita tidak mungkin mengubah putusannya," tegasnya.

Berita Terkait

BIN: Samadikun Hartono Punya 5 Paspor BIN: Samadikun Hartono Punya 5 Paspor
Pemulangan Samadikun Hartono Tunggu Itikad Baik Tiongkok Pemulangan Samadikun Hartono Tunggu Itikad Baik Tiongkok
Samadikun Dibawa ke Kejagung untuk Verifikasi Samadikun Dibawa ke Kejagung untuk Verifikasi

#samadikun hartono #Kasus BLBI #koruptor blbi #pengemplang blbi #BLBI #BIN #Badan Intelijen Negara (BIN)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar