Jokowi Targetkan MRT Beroperasi Maret 2019

Presiden Jokowi Tinjau Proyek MRT/arah.com/shemi

Arah -  Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) , didampingi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dan Presiden Direktur MRT Jakarta, William Sabandar, beserta beberapa menteri Kabinet Kerja meninjau proyek MRT di stasiun Setiabudi yang telah menyelesaikan pekerjaan pembuatan terowongan bawah tanah.

Di lokasi ini keempat bor yang digunakan untuk membangun terowongan bertemu, baik dari arah Patung Pemuda ke Setiabudi, dan dari arah Bundaran HI ke Setiabudi. Keempat bor tersebut: Antareja, Antareja 2, Mustikabumi 1, dan Mustikabumi 2.

Jokowi menargetkan pengoperasian MRT dapat dilakukan pada Maret 2019.

"Kita sudah bisa menyampaikan bahwa seluruh terowongan yang dibangun MRT sudah sambung hari ini. MRT ini akan beroperasi insyaallah kurang lebih pada Maret 2019," kata Jokowi, Kamis (23/2/2017)

Baca Juga: Hari Ini Jembatan Cisomang Sudah Dapat Dilintasi Bus dan Truk
Mantan Pemain Parma Ikuti Seleksi di Persib Bandung

Sementara jelang Asean Games 2018, pengerjaan MRT sudah selesai.

"Tetap pada saat Asean Games 2018, diatas semua sudah jadi dan sudah bersih. Kita berharap schedule betul-betul terus kita ikuti agar selesai tepat pada waktunya," tutur Jokowi.

Presiden Direktur MRT Jakarta, William Saban dari menjelaskan pengerjaan MRT sudah 80 persen dengan bertemunya keempat bor tersebut.

"Penyelesaian pengerjaan terowongan bawah tanah ini merupakan bagian dari jejak pencapaian pembangunan MRT Jakarta fase pertama. Bertemunya keempat bor menandakan pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 80 persen. Struktur layang sendiri telah selesai hingga SO persen. Secara garis besar, pengerjaan MRT Jakarta sampai saat ini adalah 65 persen," jelasnya.

Bor Antareja 1 dan 2 bekerja sejak September 2015 dari arah Patung Pemuda ke Setiabudi, sedangkan bor Mustikabumi 1 dan 2 dari arah Bundaran HI ke Setiabudi sejak awal Maret 2016. Bor bekerja selama 24 jam, kecuali hari Minggu untuk perawatan. Dengan kecepatan hampir 1 rotasi per menit. Total panjang terowongan yang dikerjakan oleh bor-bor tersebut sekitar 1.400 2.600 meter, berdiameter setinggi 6,69 meter.

Pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta: 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali.

Fase kedua Bundaran HI Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2019 dan dapat beroperasi pada tahun 2021. (Shemi) 

Video Trending Pilihan Redaksi:

Terkait:Soal Kebijakan Imigrasi Trump, Ini Komentar Tegas Jokowi
Indonesia Kirim 5.000 Metrik Ton Beras ke Sri Lanka. Gratis!
Jokowi Kantongi Nama Pansel Pengganti Patrialis Akbar
Berakhir Pekan di Solo, Jokowi Asik Nonton 'Security Ugal-ugalan'
Usamah: Jokowi Janji Berpihak ke Umat Islam, Buktinya?
FOTO: Menanti Laju di Atas dan di Bawah Bumi
Foto: Presiden dan Parlemen 'Rayakan' 71 Tahun HUT RI
FOTO: Jokowi-Prabowo, Pertemuan Dua Mantan 'Seteru'
Mr. Erbil, Para Hipster di Antara Garis Depan Pertempuran Irak
Deretan Tersangka Penyuap Patrialis Akbar

#Jakarta #MRT Jakarta #Pembangunan MRT #Stasiun MRT Senayan #presiden jokowi #presiden joko widodo

Berita Terkait

Usamah: Jokowi Janji Berpihak ke Umat Islam, Buktinya? Usamah: Jokowi Janji Berpihak ke Umat Islam, Buktinya?
Ini Alasan Mendagri 'Ngotot' Tak Mau Copot Ahok Ini Alasan Mendagri 'Ngotot' Tak Mau Copot Ahok
Bertemu Perwakilan Arab Saudi, Indonesia Tagih Janji Investasi Bertemu Perwakilan Arab Saudi, Indonesia Tagih Janji Investasi

#Jakarta #Stasiun MRT Senayan #Pembangunan MRT #MRT Jakarta #presiden joko widodo #presiden jokowi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar