Waspada, Hoax Rame Jelang Pilkada DKI Putaran Dua

Ilustrasi: Warga membubuhkan cap tangan saat aksi "Kick Out Hoax" di Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/1). (Foto: Antara/Mohammad Ayudha)

Arah -  Pengamat media sosial Nukman Luthfie memperkirakan keriuhan di media sosial mengenai berita palsu alias hoax akan bertambah seiring dengan Pilkada DKI yang akan diadakan dua putaran.

"Yang jelas, tinggal dua, pertempuran makin seru," kata Nukman dan menambahkan tidak mengetahui seberapa besar peningkatannya, saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Perkiraannya itu didasari pemilihan presiden 2014 lalu, saat Prabowo Subianto dan Joko Widodo memperebutkan kursi RI 1.

"Publik terbelah," kata dia.

Baca Juga: Minta MRT Dipercepat, Jokowi: Jangan Pikirkan Biaya
Soal Dukungan Pilgub DKI, DPW PKB Berikan 'Warning' DPC




Penyebaran hoax, lanjut dia, tidak ada kaitannya dengan Pilkada yang berlangsung dua putaran. Tetapi, ia membenarkan penyebaran hoax memang meningkat pesat saat momentum Pilkada 2017.

"(Hoax) Tidak akan hilang karena di mana-mana, black campaign selalu dipakai untuk kampanye," kata dia dikutip antara.

Media sosial, selama periode kampanye Pilkada DKI 2017, kerap menjadi wadah untuk menyebarkan berita yang belum tentu benar terkait dengan tiga pasangan calon yang maju.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Gerindra Sebut Ahok Manfaatkan Jabatan Gubernur Saat Pilkada Gerindra Sebut Ahok Manfaatkan Jabatan Gubernur Saat Pilkada
Muhammadiyah: Manfaatkan Pilkada Secara Cerdas dan Dewasa Muhammadiyah: Manfaatkan Pilkada Secara Cerdas dan Dewasa
KPUD DKI Pastikan akan Ada Kampanye di Putaran Kedua KPUD DKI Pastikan akan Ada Kampanye di Putaran Kedua

#Jakarta #Pilkada Serentak 2017 #pilkada serentak #pilkada jakarta #Hasil Quick Count DKI #Hasil Quick Count #Quick Count

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar