Saksi Ketiga Akui Nelayan Protes Ahok, Tapi...

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali disidangkan sebagai terdakwa kasus penistaan agama. Sidang yang digelar Pengadilan Jakarta Utara ini dilaksanakan di auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1) (Foto: Antara/ Isra Triansyah)

Arah -  Dalam lanjutan persidangan kasus dugaan penistaan agama, saksi ketiga yakni Wakil Ketua Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kebijakan Publik, DPD Partai Golkar DKI Jakarta Bambang Waluyo Wahab dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Bambang mengisahkan awal kejadian kasus tersebut dari awal hingga Ahok Ahok berpidato mengenai program budidaya ikan kerapu termasuk dimana Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

"Saya kebetulan ikut dampingi Ahok ke Pulau Pramuka dan memang dalam pidatonya ada menyebutkan surat Al-Maidah," kata Bambang di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017)

Majelis hakim kemudian bertanya kepada Bambang bagaimana Ahok bisa menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya.

"Konteksnya bicarakan, Ahok sampaikan tidak usah khawatir kalau anda tidak memilih saya kita masih bisa program ini (budidaya ikan) berjalan konteksnya itu," jawab Bambang.

Baca Juga: Eks Pasangan Ahok di Pilkada Babel Bongkar Kasus di Persidangan
Innalillahi, Saksi Pelapor Ahok Meninggal Dunia
Di Persidangan, Ahok Doakan Kuburan Pelapornya Lapang

Bambang juga menjelaskan tidak ada masyarakat yang tersinggung atau protes saat Ahok mengutip surat Al Maidah. Ia menilai jika Ahok menodai agama masyarakat pulau akan marah.

"Ada sih nelayan yang protes, tapi bukan soal Al Maidah, tapi soal pungli perdagangan ikan di Kepulauan Seribu," kata dia.

Ia melanjutkan kasus Ahok menjadi ramai setelah Buni Yani mengunggah potongan rekaman video pidato Ahok tersebut.

"Setahu saya soal surat Al Maidah (ayat) 51 ini mulai viral setelah diposting sama yang namanya Buni Yani di Facebook," ujarnya.

Sebelumnya Pada awal sidang penistaan agama dimulai, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menyampaikan keberatan dengan saksi-saksi yang dihadirkan kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ketua JPU Ali Mukartono menyebut saksi yang dihadirkan bukanlah saksi-saksi yang masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Saksi itu yakni, Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo.

Hakim Ketua, Dwiarso Budi Santiarto pun menjawab dan menerima keberatan JPU.. Dwiarso lalu meminta panitera mencatat keberatan JPU tersebut. Meski demikian, karena  Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo sudah hadir, hakim memutuskan tetap memeriksa.

Sebab menurut Dwiarso, meski tidak akan diperiksa hari ini, pada persidangan selanjutnya saksi itu tetap akan diperiksa juga sebagai saksi tambahan diluar BAP dari pengacara Ahok.

"Jadi untuk persidangan selanjutnya tolong yang dihadirkan pengacara saksi dalam BAP dulu. Baru saksi tambahan, supaya persidangan tidak berjalan terlalu lama," pungkas Dwiarso. (Shemi)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Pegawai Honorer Jadi Saksi, Hakim: Jangan Takut dengan Ahok Pegawai Honorer Jadi Saksi, Hakim: Jangan Takut dengan Ahok
Di Persidangan, Ahok Doakan Kuburan Pelapornya Lapang Di Persidangan, Ahok Doakan Kuburan Pelapornya Lapang
Ma'ruf Amin: Hanya Teguran Tak Cukup untuk Ahok Ma'ruf Amin: Hanya Teguran Tak Cukup untuk Ahok

#Jakarta #saksi sidang ahok #Sidang Ahok #Basuki Tjahaja Purnama #Penistaan Agama

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar