Ini Pengakuan Tokoh Muara Angke Soal Proyek Reklamasi

Foto dari udara menunjukkan salah satu pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, DKI Jakarta, Sabtu (23/7). Komite Gabungan Reklamasi Teluk Jakarta telah memutuskan menghentikan proyek reklamasi secara permanen di Pulau G dan selanjutnya pelaksanaan reklamasi diserahkan atau menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Arah - Sejumlah tokoh nelayan di Teluk Jakarta menolak politisasi isu reklamasi di Pantai Utara Jakarta dalam politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.

"Intinya kami menolak diperalat dalam politik Pilkada DKI karena sebagian besar nelayan asli tak lagi mempersoalkan reklamasi," kata tokoh nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Haji Syarifuddin Baso dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, politisasi dan penolakan reklamasi selama proses Pilkada hanya menguntungkan segelintir pihak. "Cara itu cuma untuk mendulang suara agar elektabilitas meningkat," katanya.

Syarifuddin melanjutkan, warga Muara Angke mendukung kelanjutan proyek reklamasi asal diikutsertakan dalam setiap pembahasannya. Hal itu diyakini karena reklamasi akan turut meningkatkan kesejahteraan dengan terbukanya lapangan pekerjaan. "Kami tidak mempersoalkan reklamasi sepanjang tidak ada penggusuran," kata dia.

Baca Juga: Kamu Percaya Botol Bisa Jatuh Sendiri? Lihat Video Ini Deh
Valentino Rossi Ungkap 'Kekecewaan' pada Yamaha, Ini Penyebabnya

Para nelayan, kata dia, justru berharap berbagai proyek reklamasi akan menjadi pusat bisnis baru yang mampu menopang kehidupan keluarga mereka.

Syarifuddin pun mendesak agar sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tak ikut campur mempolitisasi reklamasi karena hal itu justru akan memecah masyarakat di tingkat bawah. Selain itu, sejumlah LSM hanya melibatkan nelayan pendatang yang sesungguhnya tidak berkepentingan terhadap Teluk Jakarta.

Reklamasi juga dinilai tidak berhubungan dengan penurunan tangkapan ikan karena sejak lama nelayan sebenarnya sudah sulit mencari ikan di Teluk Jakarta akibat parahnya pencemaran.

Menurut sejumlah nelayan Muara Angke, saat ini reklamasi yang sudah hampir jadi dan dibangun tower-tower adalah Pulau C dan D. Sementara pulau lain, di luar Pelabuhan Baru Tanjung Priok (New Priok), belum ada bangunan.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Ini 'Janji Surga' Ahok untuk Nelayan Teluk Jakarta Ini 'Janji Surga' Ahok untuk Nelayan Teluk Jakarta
Kasus Suap Reklamasi, Ahok Akan Penuhi Panggilan KPK Kasus Suap Reklamasi, Ahok Akan Penuhi Panggilan KPK
Usut Suap Reklamasi, KPK akan Panggil Plt Gubernur DKI Jakarta Usut Suap Reklamasi, KPK akan Panggil Plt Gubernur DKI Jakarta

#Jakarta #suap reklamasi #korupsi reklamasi #Reklamasi Teluk Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar