Begini Kartu Jakarta Lansia Garapan Ahok-Djarot

Ahok dan Djarot bersama anggota Slank, Rabu (22/12). (Foto: Arah.com/ Shemi)

Arah - Pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat akan segera menerbitkan Kartu Jakarta Lansia (KJL) sebagai bentuk bantuan bagi kaum lanjut usia (lansia). Basuki yang juga gubernur non-aktif , mengatakan bahwa program ini telah sejak tahun lalu dijalankan menggunakan dana operasionalnya.

Makin banyaknya lansia yang sudah ia data, Ahok -sapaan Basuki- berencana memasukan KJL dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta.

"Kalau secara ramai dan besar kita sudah ga sanggup lagi dapatkan bantuan dari CSR dan macam-macam, ya kita harus lakukan dengan APBD," kata Ahok di jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Apa syarat untuk mendapat KJL?

Seperti dijelaskan Ahok adalah mereka yang sudah lansia dan tidak mampu. Kini, Ahok mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kaum lansia yang ada di Jakarta. Selain itu lansia yang sudah tidak memiliki penghasilan akan mendapat KJL ini.

Baca Juga: Pimpinan KPK: Ketemu KPK Abal-Abal Segera Laporkan
Ini Isi Himbauan MUI Terkait Kampanye Putaran Kedua

"Iya dan yang anak cucunya ga mampu pelihara dia. Sekarang saja yg dibawah 2 juta ada 12 ribu orang yang usia 70 tahun. Kalau dibawah 3 juta ada 50 ribu lebih orang. Kita sudah punya data, tapi kan tiap tahun nambah. Ada juga yang sakit lebih cepet," sebut Ahok.

Meski demikian kehadiran Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan terus dievaluasi karena masih adanya lansia yang tinggal bersama keluarga mereka.

"Kita punya data kok dasawisma dibawah 2 juta berapa, dibawah 3 juta berapa penghasilannya. Kalau dia tinggal bersama anak dan cucunya yang (punya) KJP, dia bisa numpang sama cucunya dan anaknya. Makanya KJP nanti kita akan evaluasi, berapa persen yang nggak sanggup beli daging. Nanti komponennya kita pikirkan. Saya juga takut kalau amsukin 35ribu ke rekening dia, tapi dia pilih beli pulsa gimana? Lebih baik mungkin punya KJP, tunjukkin, dapat sekilo. Kita lagi evaluasi dan butuh waktu untuk pelajari. Semua kan bukan asal maunya saya, itu ada kajian termasuk dari bank dunia untuk mengukur berapa komponen yg dibutuhkan," tutup Ahok. (Helmi Shemi)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Pilkada DKI, PDIP Sebut Koalisi 'Gemuk' Tak Tentukan Pemenang Pilkada DKI, PDIP Sebut Koalisi 'Gemuk' Tak Tentukan Pemenang
Wilayah Penjaringan Bakal Digusur? Begini Komentar Djarot Wilayah Penjaringan Bakal Digusur? Begini Komentar Djarot
Margarito Kamis Sebut Djarot Lakukan Politik Uang Saat Kampanye Margarito Kamis Sebut Djarot Lakukan Politik Uang Saat Kampanye

#Jakarta #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pilgub DKI Jakarta #Lansia #Kartu Jakarta Lansia (KJL) #Hasil Pilkada DKI #Ahok-Djarot

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar