Napak Tilas Sejarah 'Prabu Siliwangi'

Prabu Siliwangi (foto/wikipedia)

Arah -  Kata Siliwangi mungkin sudah tak asing lagi didengar. Ya, Sri Baduga Maharaja atau lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi bernama Raden Pamanah Rasa.

Prabu Siliwangi lahir di keraton Sunda Galuh di daerah Kawali (sekarang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat) pada tanggal 7 Mei 1447. Ia adalah putra Prabu Dewa Niskala, cucu Prabu Niskala Wastu Kancana, dan cicit Prabu Lingga Buana alias Prabu Wangi yang gugur di medan bubat.

Saat menjadi Raja Sunda Pakuan Pajajaran pada 3 Juni 1.482, sang Prabu memindahkan pusat Pemerintahan dari kawali ke Bogor, hal ini lah yang menjadi tonggak sejarah berdirinya Bogor hingga hari ini.

Sang Prabu Siliwangi pun dikenal sebagai pengembara ksatria pemberani dan tangkas. Dalam naskah sejarah sunda kuno, prabu Siliwangi wafat di Bogor dan di pusarakan di pasir (bukit) Badigul yang sekarang berada di kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

[baca_juga]

Sementara itu, dalam memperingati hari kelahiran beliau dan agar generasi muda tidak melupakan sejarah maka sebuah komunitas budaya Sunda pemegang "ageman" atau kujang pusaka pajajaran, menggagas upacara adat berupa "Napak Tilas Prabu Siliwangi" yang dilaksanakan pada 7 Mei 2017 saat kelahiran prabu Siliwagi.

"Prabu Siliwangi bertahta sebagai Raja Pajajaran mulai 1.482 hingga 1521, sekitar 39 tahun. Di bawah kepemimpinannya Pajajaran mengalami puncak keemasan, yang membuat namanya melegenda ke seantero dunia hingga sekarang," kata Ketua Dewan Pembina BKP, Abah Wahyu Affandi Suradinata, di Bogor, Jawa Barat.

Atas dasar sejarah itu, Ketua Panitia Napak Tilas Prabu Siliwangi, Ahmad Fahir, M.Si mengatakan, napak tilas akan dilakukan dengan rute dari eks Keraton Pajajaran di kawasan Lawang Gintung hingga eks Situs Badigul di Rancamaya.

"Napak tilas ini berupa 'long march' sepanjang 4,5 km dengan rute start dari Lawang Gintung menuju Batutulis, Cipaku, Gunung Gadung, dan Bukit Badigul sebagai titik finish," kata Fahir yang juga Sekretaris Baraya Kujang Pajajaran. katanya. seperti dikutip dari antara

Anggota pembina panitia, Gatut Susanta menambahkan, agenda napak tilas Prabu Siliwangi sebagai gagasan besar insan budaya di tatar Sunda, karena merupakan kegiatan perdana yang digagas dan memiliki banyak pesan dalam upaya melestarikan budaya Sunda.

"Budaya harus terus hadir di tengah masyarakat. Kita harus terus berikhtiar melakukan langkah nyata dalam melestarikannya. Dalam konteks Sunda, kita tanamkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan Prabu Siliwangi,"

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Hasil Survei Tidak Netral, Prabowo: Terserah Siapa yang Bayar! Hasil Survei Tidak Netral, Prabowo: Terserah Siapa yang Bayar!
Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq? Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?
Kapolri Nilai Sikap Radikal Bisa Positif, Jika... Kapolri Nilai Sikap Radikal Bisa Positif, Jika...

#Jakarta #Bogor #prabu siliwangi #Sejarah Indonesia

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar