Tarik Wisman, Kemenpar Online-kan Homestay Desa Wisata Bali

Wisatawan menikmati pemandangan terasering sawah berundak di kawasan Ceking, Tegalalang, Gianyar, Bali, Selasa (7/3). Wisata pedesaan dengan menyusuri persawahan dan mengamati sistem irigasi subak di kawasan tersebut merupakan salah satu potensi wisata yang diminati wisatawan mancanegara di Pulau Dewata. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama/17)

Arah -  Kabar gembira, pemilik dan pebisnis homestay desa wisata di Bali bakal menapaki era baru. Yakni era digital lifestyle dalam menjual layanan akomodasi mereka.

"Kami akan onlinekan homestay, bersama ITX -Indonesia Tourism Xchange-, digital marketplace, yang memberi ruang kepada mereka untuk memiliki akses langsung ke pasar global," ujar Samsriyono Nugroho, Staf Khusus Menpar Bidang IT di STP Nusa Dua Bali.

Homestay Desa Wisata, lanjut Sam, akan menjadi faktor pembeda yang lebih unik dari pemain-pemain OTA (online travel agent) lain seperti yang sudah lebih dulu eksis. Mereka itu rata-rata sudah berkomitmen dan bekerjasama dengan ITX, yang dikelola oleh Sigma, anak perusahaan PT Telkom itu.

Pemain-pemain dunia yang traffic nya sudah sangat besar itu, ditempatkan sebagai buyers di ITX. Industri pariwisata Indonesia, ditempatkan di sisi lain sebagai seller. Mereka terdiri dari usaha yang bergerak di Amenita (hotel, reaort, sampai ke homestay, resto, cafe, souvenir, dan lainnya), Atraksi (park, zoo, water sport, bawah laut, bahari, alam, dll), dan Akses (airlines, rent a car, bus pariwisata, penyeberangan kapal, dll).
 
Sisi buyers bisa berasal dari OTA, atau distributor, bisa juga perseorangan atau langsung travellers. Begitupun sellers atau pelaku bisnis pariwisata nasional, bisa OTA sebagai distributor, bisa juga supplier yang langsung memberikan layanan kepada customers.

Baca Juga: Kemenpar Dukung Kejuaraan Internasional Rinjani 100K
Jangkau Dunia, Kemenpar Online-kan Homestay Desa Wisata Bali
10 Destinasi Wisata Ini Siap Tarik Wisman

"Homestay itu kami tempatkan sebagai supplier untuk bisnis amenitas. Karena itu, bisa dipesan oleh orang atau traveller dari manapun mereka berada. Juga bisa dipesan oleh wholesellers dan industri besar. Jadi masalah pemasaran yang selama ini selalu menjadi problem serius, bisa punya solusi," kata Sam.

Narasumber kedua, Don Kardono, Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi memaparkan soal digital marketing, melalui media sosial. Menurutnyam homestay Desa Wisata punya market khusus, salah satunya wisman dari Eropa, seperti Inggris, Prancis dan Jerman.

Sebanyak 60 persen negara-negara maju tertarik ke Bali dan Indonesia karena kulturnya, dan 35 persen tertarik dengan alamnya. Wisatawan ingin mencari sensasi berwisata yang tidak pernah mereka temukan di tempat lain, salah satunya adalah pasar homestay.

Karena itu, content untuk mempromosikan homestay itu tidak perlu sulit-sulit. Apa yang ada di sekitar budaya masyarakat itu menarik minat mereka.

"Ada 9 Kabupaten Kota di Bali, ke-9 nya punya karakter budaya dan kreasi yang berbeda-beda. Ubud tampil dengan lukisan, daerah lain dengan ukir batu, ukir kayu, kesenian, tari dan gamelan, semua itu adalah bahan yang bisa dijadikan materi promosi yang kuat untuk homestay," jelas Don Kardono.

Upacara adat, iring-iringan ibu-ibu di pematang sawah, dengan tumpukan buah-buahan di atas kepala, baju kebaya Bali warna putih, sabuk selendang warna kuning keemasan, bunga kamboja diselipkan di atas telinga, itu semua adalah karya budaya yang khas Bali.

Anak-anak kecil berlatih tari, remaja laki-laki bermain gamelan, pentas seni pertunjukkan di kampung, semuanya menjadi kekuatan content Bali.

"Yang biasa kita lihat, kita rasakan, kita jalani, itu menjadi luar biasa di Eropa," tutur Don di hadapan 148 audience itu.

Sampai-sampai kegiatan keagamaan saja, kata Don Kardono, itu menjadi momentum istimewa yang acap diabadikan oleh wisman yang ke Bali.

"Gunakan media sosial, untuk mempromosikan homestay. Sekarang infrastruktur Wifi sudah banyak, dimana-mana. Manfaatkan teknologi digital, untuk berpromosi, matchingkan antara Destinasi Originasi Timeline (DOT), agar tepat sasaran. Gunakan patokan calender of events, agar memperoleh impact yang lebih masif dan menarik," jelas Don.

ITX itu adalah platform, dia hanya mesin saja. Agar mesin itu bisa bergerak, harus ada bahan bakarnya. Dan, bahan bakar yang oktannya paling bagus adalah calender of event.

"Kalau ada mesin dan bahan bakar yang bagus, maka mobil bisa melaju dengan kencang. Karena itu, dua hari, dilatih ITX, diberikan fasilitas website commerce, booking system dan payment engine, semuanya free. Manfaatkan dengan baik, sampai menjadi homestay online, dan kita saling support di promosi media sosial," pungkasnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Kemenpar Dukung Kejuaraan Internasional Rinjani 100K Kemenpar Dukung Kejuaraan Internasional Rinjani 100K
Tarian Ini Dipersiapkan Khusus Sambut Raja Salman di Bali Tarian Ini Dipersiapkan Khusus Sambut Raja Salman di Bali
Destinasi Wisata Jawa Timur 'Dijual' ke Malaysia Destinasi Wisata Jawa Timur 'Dijual' ke Malaysia

#Jakarta #wisata bali #Pariwisata Bali #Kementerian Pariwisata #Home Stay

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar