Ada yang Tak Rela dengan Pujian Jokowi untuk Ahok

Jokowi dan Ahok. (Foto: istimewa)

Arah -  Debat calon gubernur DKI Jakarta antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Anies Baswedan yang tayang di Metro TV, Senin (27/3) masih mengundang reaksi. Di luar yang diselenggarakan secara resmi oleh KPU DKI, debat tersebut merupakan yang pertama kali di Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

Dalam debat tersebut, diangkat berbagai topik soal program kerja kandidat untuk membangun Jakarta, termasuk soal pengelolaan anggaran. Pernyataan Ahok soal anggaran pembangunan DKI dari pihak ke-3 (swasta) di luar APBN dan APBD, mengundang reaksi.

Baca Juga:

Sadis! Gigit Anjing, Pria ini Dihukum 7 Tahun PenjaraBermodal Tutup Botol, Gadis Belia ini Curi Motor

Melalui sebuah kultwit panjang melalui akun twitter @Fahrihamzah, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai penggunaan dana nonbujeter oleh Ahok dalam pembangunan DKI sebagai hal yang berbahaya.

"Dan kemampuan pejabat publik melobi agar pengusaha membiayai fasilitas publik bukan prestasi tapi kolusi," cuitnya, Rabu (29/3).

Menurut Fahri, semua anggaran pembangunan DKI harus masuk ke dalam APBD. Termasuk dana dari pihak ketiga, seperti hibah dari korporasi. Penggunaan dana tersebut, lanjutnya, dibahas dalam sebuah proses politik dengan DPRD.

Dia menambahkan, karena pengalokasi dana sejumlah proyek tidak melalui APBD, maka DPRD menjadi tidak dapat melakukan pengawasan. Sehingga seharusnya, Polri, Jaksa, KPK, BPK, BPKP harus serius dalami kasus beberapa proyek infrastruktur di DKI.

"Yang terjadi para buzzer dan media sudah memuji dan menganggap itu sebagai prestasi Basuki. Bahkan pujian juga disampaikan langsung oleh Jokowi seolah ini adalah kepandaian mencari dana di luar APBD," lanjutnya.

Fahri mempertanyakan fungsi penegakan hukum KPK dan kontrol dari LSM soal korupsi yang selama ini galak. "Dimana penegak hukum terutama KPK dan para LSM soal korupsi yang biasanya galak?"

Baca Juga: Saksi Ahli Agama: Siapa Tahu Ada Orang Sengaja
Bebaskan Gadis yang Ditipu, Dedi Mulyadi Bayar Denda Rp20 Juta
Balas Sindiran Djarot, Sandiaga Akui Pilkada Saling Menjatuhkan

Hingga kini, debat resmi yang diselenggarakan KPU DKI untuk Pilkada DKI 2017 putaran kedua belum digelar. 

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara. Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Kunjungan 'Kilat' di RPTRA Kalijodo, Ini yang Dilakukan Ahok Kunjungan 'Kilat' di RPTRA Kalijodo, Ini yang Dilakukan Ahok
Ini 3 Risiko Terbesar Jika Ahok-Djarot Lakukan Kampanye Terbuka Ini 3 Risiko Terbesar Jika Ahok-Djarot Lakukan Kampanye Terbuka
Disindir Kurang 'Open Governance', Ahok: Kurang Open Apa Lagi! Disindir Kurang 'Open Governance', Ahok: Kurang Open Apa Lagi!

#Jakarta #Ahok-Djarot #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Fahri Hamzah #Pilkada DKI Jakarta 2017 #APBD DKI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar