Tamasya Al-Maidah, Timses Ahok: Itu Intimidasi

Poster tamasya al maidah

Arah -  Menyikapi aksi Tamasya Al-Maidah pada saat pencoblosan Pilkada DKI 19 April mendatang, juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni menilai gerakan tersebut sebagai bentuk intimidasi dalam demokrasi.

"Karena itu bentuk intimidasi dalam demokrasi. Apapun yg mengurangi level kebebasan itu bisa dikecam," kata Raja Juli di Rumah Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017).

Raja Juli kembali menunjuk sosok calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk menyikapi gerakan tersebut. Raja Juli mempertanyakan apakah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu melarang Tamasya Al-Maidah.

"Kalo (Anies) pro kebhinekaan, dia mestinya bisa melarang tegas. Coba tanya mas Anies apa dia setuju. Kalau dia pemimpin harusnya menolak," jelasnya.

Baca Juga: Awas Aksi 313 Disusupi, Ini Buktinya!
Benarkah Al-Khaththath Ditangkap Jelang Aksi 313?
'Kebakaran Jenggot' Anies-Sandi Ganti Tagline Kampanye?
Ada Indikasi Aksi 313 Disusupi, Korlap Minta Massa Waspada

Ia juga menilai, Tamasya Al-Maidah sebagai bentuk ancaman. Jika nantinya ada aksi serupa dari pihaknya, ia menegaskan akan melarang aksi tersebut.

"Ancaman dong. Kalo nanti ada pengerahan massa dari Satgas partai yang dukung Ahok, ya itu akan kami larang," tutupnya.

Untuk diketahui aksi Tamasya Al-Maidah dilakukan dalam bentuk pengerahan massa bertajuk saat pencoblosan putaran Pilkada DKI Jakarta pada 19 April 2017. Diperkirakan ada 1,3 juta orang yang mengawal 13.023 tempat pemungutan (TPS) di Jakarta atau sekitar 100 orang di tiap TPS.

Para peserta aksi pria disarankan mengenakan kemeja putih dan songkok hitam dan wanita menggunakan baju gamis dan hijab berwarna gelap.

Perlu diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara.

Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara. Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Shemi)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Ini Materi Debat yang Dipesan Djarot Ini Materi Debat yang Dipesan Djarot
Sebelum Cuti, Ternyata Djarot Manfaatkan Jasa PNS DKI Sebelum Cuti, Ternyata Djarot Manfaatkan Jasa PNS DKI
Didukung Guru di Pilkada DKI, Ahok akan Singkirkan Orang? Didukung Guru di Pilkada DKI, Ahok akan Singkirkan Orang?

#Jakarta #Hasil Pilkada DKI #Pilkada DKI Putaran Kedua #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Hasil Quick Count DKI #Timses Ahok-Djarot #Tamasya Al Maidah

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar