Ketahuan Kasih Uang untuk KPU dan Bawaslu, Ini Reaksi Ahok

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (29/3). Sidang ke-16 itu beragendakan mendengarkan keterangan dari tujuh saksi ahli yang dihadirkan pihak penasehat hukum. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./aww/17.

Arah - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan tidak masalah jika timses-nya memberikan sejumlah uang kepada Ketua KPU DKI dan Ketua Bawaslu DKI saat menghadiri rapat tertutup.

Ahok sendiri menilai, pemberian honor itu merupakan hal yang wajar karena hal itu juga dilakukan oleh pasangan calon lain. "Itu katanya pasangan lain kalau ngundang juga dikasih honor untuk transport. Pasangan lain juga sama," kata Ahok seraya tertawa kecil di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Jumat (31/3)

Namun, Ahok mengaku tidak menahu terkat pemberian uang tersebut. Apakah uang itu diberikan sebagai uang transport atau tidak. "Saya enggak tau. Saya enggak ngurusin," sebutnya.

Kejadian bermula ketika Ketua KPUD DKI Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti menjalani sidang kode etik DKPP di Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (30/3).

Baca Juga: Terkuak, Isi Pertemuaan Wiranto-Amien Rais Ditengah Aksi 313
Bantu Pengusaha Logam, Bea Cukai Sidoarjo Kenalkan IKM

Sidang tersebut digelar setelah ada tiga pihak yang melaporkan keduanya telah melakukan pelanggaran kode etik. Dalam sidang tersebut salah satu anggota komisioner Saut Hamonangan Sirait menanyakan ke Mimah dan Sumarno apakah mereka mendapatkan honor saat datang ke rapat internal tim pemenangan Ahok-Djarot pada (9/3). Sumarno dan Mimah mengakui pun menerima honor sebesar Rp3 juta untuk dua jam.

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 937.955 suara atau 17.07 persen. Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen, dan pasanganAnies-Sandiaga memperoleh suara 2.197.333 atau 39,95 persen.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Helmi Shemi)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Nusron: Ahok Sudah Teken Kontrak dengan Partai Islam Nusron: Ahok Sudah Teken Kontrak dengan Partai Islam
Terkuak, Ini yang Dibahas Ahok dengan Keluarga Cendana Terkuak, Ini yang Dibahas Ahok dengan Keluarga Cendana
Ini 3 Risiko Terbesar Jika Ahok-Djarot Lakukan Kampanye Terbuka Ini 3 Risiko Terbesar Jika Ahok-Djarot Lakukan Kampanye Terbuka

#Jakarta #Hasil Pilkada DKI #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pilkada DKI #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Ahok-Djarot

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar