Tokoh Muda Golkar: Kemunculan Ahok Rusak Tatanan Hukum

Blusukan Ahok di Jalan perdamaian, RT 18, RW 8 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/3). (Foto: Arah.com/ Shemi)

Arah -  Banyak orang mempersepsikan secara beragam terkait sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ada yang menganggapnya sebagai sosok yang baru dengan karakter positif yang beda dari politikus kebanyakan, namun ada pula yang mempersepsikan negatif sebagai perusak tatanan Indonesia.

Hal ini disampaikan secara frontal seorang tokoh muda partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia yang menyebutkan bahwa 'fenomena Ahok' sebagai fenomena perusak tatanan hukum Indonesia.

Baca Juga: Padati Kantor Gerindra, Ini Permintaan Buruh untuk Anies-Sandi
Saling 'Tarik Urat Syaraf' Antar Timses Ahok-Anies
Ini Jawaban Telak Anies untuk Sindiran Eva Sundari
Djarot Patahkan Tagline 'Coblos Pecinya' Anies-Sandi

"Munculnya fenomena Ahok itu menghancurkan tatanan hukum dan nilai indonesia, dulu tidak pernah ada damai-damai aja," ujar Doli saat ditemui di Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (1/4).

"Saya heran, kenapa sosok Ahok ini begitu hebatnya hingga tatanan hukum sosial kita seolah tidak mempan kepadanya," tambahnya.

Lebih lanjut tokoh muda tersebut juga mengatakan Ahok tidak pantas menjadi pemimpin karena kekasarannya.

"Ahok tidak pantas jadi pemimpin apapun di negeri ini, kalo karakter kita setuju kita mau pemimpin yang tegas, tapi tegas itu bukan berarti kasar," ungkapnya.

Kemudian pada statmen penutup di acara diskusi radio Sindotrijaya, dirinya lagi-lagi menegaskan dan memperbolehkan masyarakat memilih dalam prevensi manapun termasuk agama maupun kitab suci.

"Saya kira 19 April besok, masyarakat bebas gunakan hak pilih berdasarkan persepsi apapun, termasuk agama maupun kitab suci yang dipercayainya" tutup Doli.

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil Pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara, Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 42,99persen suara, dan pasangan Anies-Sandiagamemperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot danAnies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Dapat Dukungan PAN di Pilkada DKI, Anies Berani Sodok Ikon Ahok Dapat Dukungan PAN di Pilkada DKI, Anies Berani Sodok Ikon Ahok
Demi Bisa Dekat Djarot, Para Ibu Nyamar Jadi Wartawan Demi Bisa Dekat Djarot, Para Ibu Nyamar Jadi Wartawan
Tamasya Al-Maidah, Timses Ahok: Itu Intimidasi Tamasya Al-Maidah, Timses Ahok: Itu Intimidasi

#Jakarta #Pilkada DKI Putaran Kedua #Surat Suara Pilkada DKI Jakarta #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Hasil Quick Count DKI #Hasil Quick Count #Timses Ahok-Djarot

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar