Terharu, Wanita Ini Ucapkan Syahadat di Hadapan Ribuan Orang

Novita, salah satu jamaah yang hadir dalam ceramah Zakir Naik di UPI Bandung, Minggu (2/4/2017). (arah.com/Ratih Prastika)

Arah - Kehadiran Dai Internasional, Zakir Naik ke Indonesia mengundang ribuan orang untuk hadir langsung dalam ceramahnya di Universitas Pendidikan Indonesia, Minggu (2/4/2017).

Gelaran tur dakwah pertama yang dilaksanakan di Kota Bandung mampu membuktikan keterkaitan berbagai kalangan untuk hadir menyaksikan langsung.

Lebih dari itu, tercatat lima orang pengunjung meyakinkan diri menjadi muallaf saat acara berlangsung.

Salah satunya Novita Lusiani, yang melafazkan syahadat dihadapan ribuan orang.

Perempuan asli Bandung itu berderet di antara para penanya saat tanya jawab berlangsung. Saat gilirannya tiba dia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi muallaf.

Sambil terisak, Novita mengikuti bacaan syahadat, beberapa penonton di lokasi acara Gymnasium Kampus UPI Bandung, terlihat tak kuasa menahan haru, satu persatu penonton terlihat menahan tangis. Selesai melafazkan syahadat penonton bersautan melafazkan takbir.

Novita seorang perempuan berusia 25 tahun ini mengaku sudah hampir 3 tahun tertarik mempelajari Islam. Satu tahun terakhir ini ia mengaku semakin yakin karena menyaksikan video-video pemaparan Zakir Naik via YouTube.

"Tertarik sudah lama terus mulai banyak belajar dari video, kalau baca (saya) agak susah paham apalagi soal perbandingan Injil dan Alquran pas Video saya lebih paham," ujarnya saat ditemui di Gymnasium Kampus UPI Bandung, Minggu (2/4/2017).

Ia juga mengaku beberapa kali menangis saat menyaksikan video menjadi muallaf. Itulah salah satu sebab ia tak bisa menahan keharuan saat merasakannya langsung.

"Tadi yang saya rasa haru banget, saya lihat video juga nangis pas lihat video (muallaf) di Jepang setelah debat panjang lebar. Saya nonton saja menangis apalagi pas tadi saya ngerasain langsung," tuturnya.

Baca Juga: Mabes Polri Pantau Isi Ceramah Zakir Naik
Zakir Naik, Sang Dokter yang Memilih Jadi Pendakwah

Novita mengaku sangat lega terutama orang tuanya yang beragama Katolik sangat membebaskan dirinya meyakini agama apapun selama dirinya bisa bertanggungjawab. Ia justru sempat ragu karena khawatir bermasalah dalam pekerjaan.

"Awalnya saya takut kerjaan gimana-gimana, tapi ya tadi diingetin harus yakin Allah yang mengatur rezeki jadi saya yakin," ujar perempuan yang bekerja sebagai karyawan swasta ini.

Novita sempat bersyahadat awal tahun lalu, namun ia merasa belum cukup puas karena belum disaksikan oleh banyak jamaah, "Awal tahun, syahadat disaksikan  ustaz tapi kan waktu itu bersyahadat karena untuk mulai belajar, belum disaksikan," katanya.

Novita mengaku sudah hafal bacaan shalat dan beberapa surat pendek. Novita bahkan mengaku merasa lebih damai saat mendengarkan lantunan adzan dan bacaan Alquran. 

"Kalau dengar azan, Alquran, suka damai saja merasanya, damai gitu. Saya suka dengerin Alquran di HP kan sudah ada MP3 nya, walaupun saya belum paham artinya tapi udah adem aja," ungkapnya. (Ratih)

Berita Terkait

Masya Allah, Gadis Ini Jadi Mualaf di Ceramah Zakir Naik Masya Allah, Gadis Ini Jadi Mualaf di Ceramah Zakir Naik
Zakir Naik Ungkap Ini Profesi Terbaik di Seluruh Dunia Zakir Naik Ungkap Ini Profesi Terbaik di Seluruh Dunia
Ini Tema Ceramah Zakir Naik di UPI Bandung Ini Tema Ceramah Zakir Naik di UPI Bandung

#Jakarta #anak Zakir Naik #Zakir Naik #Muallaf #Dakwah Islam #hari perempuan muslim

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar