Pengacara Sekjen FUI Bantah Rencana Makar Lewat Gorong-gorong DPR

Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath. (Foto: twitter.com)

Arah - Tim Pengcara Muslim (TPM) dan Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Selasa (4/4). Kedatangan mereka terkait dengan kasus yang menimpa Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath.

Kordinator TPM Achmad Michdan menyatakan, ada pelanggaran HAM dalam penangkapan Al Khaththath. Ia menceritakan, polisi tidak menunjukkan surat penangkapan saat menangkap Al Khaththath di Hotel Kempinski, Jumat (31/3) dini hari menjelang aksi 313.

"Ada proses penegakan hukum yang diskriminatif. Kami menanyakan kepada Komnas HAM, apakah itu pelanggaran HAM atau tidak. Menurut kami ada pelanggaran. Tapi sejauh mana pelanggaran HAM itu, kami minta penilaian dari Komnas HAM," kata Michdan di lokasi.

Menurutnya, polisi seharusnya menunjukkan surat penangkapan kepada Al Khaththath di Hotel Kempinski itu. Tetapi, polisi baru memberikan surat tersebut di Mako Brimob, Kelapa Dua, tempat Al Khaththath ditahan.

Pihak Michdan juga meminta Komnas HAM memberikan rekomendasi kepada kepolisian untuk penangguhan penahanan Al Khaththath. Menurut Michdan, Al Khaththath tidak terbukti melakukan makar.

Baca Juga: Dilaporkan Henry Yosodiningrat, Rizieq: Wallahualam, Kita Hadapi!
Ada Uang Rupiah di Apartemen Pelaku Teror Kelab Malam Turki

Adanya tuduhan mengenai rencana akan menabrakkan bus ke pagar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan rencana masuk ke dalamnya melalui gorong-gorong pun tidak ada.

"34 Pertanyaan (dari kepolisian kepada Al Khaththath) itu tidak terkait dengan kegiatan makar. Karena itu, kami minta Mubaligh kita ini (Al Khaththath) mendapat penangguhan penahanan dan jaminan," ujarnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution akan menyikapi isu makar yang kerap muncul dari aparat penegak hukum. Pasalnya, istilah tersebut bisa menjadi problem bagi hak masyarakat untuk berkumpul dan berpendapat.

"Istilah makar ini adalah problem. Lembaga ini akan menyikapi. Tentu Komnas punya concern di bidang hak-hak konstitusional warga negara soal hak berkumpul dan menyatakan pendapat," ujar Maneger di lokasi.

"Ada ketakutan luar biasa di publik jika ini tidak kita sikapi. Saya kira ini akan jadi concern kita. Reformasi kita ini mengalami problem," tambahnya.

Terkait dugaan pelanggaran HAM dalam kasus penangkapan Al Khaththath, kata Maneger, pihaknya akan mempertanyakan hal tersebut kepada kepolisian. (May)

Berita Terkait

Fadli Zon Curigai Motif Penangkapan Al-Khaththath Fadli Zon Curigai Motif Penangkapan Al-Khaththath
Mabes POLRI: Penangkapan Pentolan FUI Tidak Terkait Aksi 313 Mabes POLRI: Penangkapan Pentolan FUI Tidak Terkait Aksi 313
Penasihat Hukum: Tuduhan Makar Al-Khaththath Berlebihan Penasihat Hukum: Tuduhan Makar Al-Khaththath Berlebihan

#Jakarta #Forum Umat Islam (FUI) #Dugaan Makar

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar