Unik! Kementan Luncurkan Asuransi untuk Ternak Sapi

Sejumlah pedagang dan pembeli bertransaksi bibit sapi lokal di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/1). Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia mendapat pasokan sapi lokal sekitar 3 juta ekor pada 2017 dari hasil pembibitan di sejumlah daerah atau meningkat dibandingkan pasokan sapi lokal pada 2016 yang mencapai sekitar 1,4 juta ekor. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Arah -  Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan target swasembada daging sapi. Salah satu upaya tersebut, adalah berupaya peluncuran asuransi ternak sapi oleh Kementerian Pertanian.

Asuransi ini untuk memberikan perlindungan sapi, khususnya sapi betina dari risiko kematian dan kehilangan sapi atas usaha ternak sapi.

Dengan asuransi ini, setiap ekor sapi memiliki nilai pertanggungan Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Sementara presminya sebesar 2%-2,5% per tahun untuk satu ekor sapi.

"Nilai premi tidak mahal, karena dari premi sebesar Rp 200.000 per tahun tersebut, pemerintah memberikan subsidi sebesar 80%," Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Dadih Permana dalam keterangan pers yang diterima arah.com, Selasa (4/4)

Dengan subsidi ini, lanjutnya, peternak hanya membayar premi Rp40.000 sementara sisanya dibayari oleh pemerintah. Sementara itu, untuk jenis sapi bibit, besarnya premi yang dibayar sebesar Rp 300.000, dengan nilai pertanggungan Rp 15 juta rupiah.

Baca Juga: BPJS Buka di Mall Bandung, Warga Dijamin Gak Akan Antri Lagi
Pengacara Sekjen FUI Bantah Rencana Makar Lewat Gorong-gorong DPR
4 Ponsel Nokia Bakal Serang 120 Negara

Menurut Dadih, asuransi sapi ini merupakan instrumen penting di dalam program pengembangan sapi betina, mengingat keberadaan asuransi memudahkan peternak mendapatkan modal bank guna mengadakan dan memelihara sapi betina.


Dadih mengakui, asuransi sapi ini masih kurang disosialisasikan karena baru resmi bergulir sejak Juli 2016. Saat ini, memasuki tahun kedua, jumlah sapi yang ditanggung asuransi baru sekitar 10% dari total populasi.

"Sebagai contoh, Jawa Timur sebagai sentra populasi sapi dengan jumlah sapi sekitar 120.000 ekor, yang diproyeksikan untuk ikut dalam asuransi sapi sekitar 10.000 ekor kurang dari 10%.  Namun yang terdaftar mengikuti program ini baru mencapai 1000 ekor, kurang dari 1% dari total populasi," ungkapnya.

Jika sudah tersosialisasi dengn baik, dia yakin peternak akan tertarik. Karena asuransi mengcover resiko kerugian yang bisa timbul, seperti kematian karena penyakit, kematian karena kecelakaan, dan hilang atau kematian akibat pencurian.

Berita Terkait

Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT
Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku
Survei Poltracking: Ahok Tetap Sandang Predikat Cagub Ter... Survei Poltracking: Ahok Tetap Sandang Predikat Cagub Ter...

#Jakarta #Peternakan sapi #peternak sapi #Kementerian Pertanian #Harga Daging #Asuransi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar