Pertama ke Indonesia, Kedatangan 'Ashraf Ghani' Ukir Sejarah

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (foto/wikipedia)

Arah -Mohammad Ashraf Ghani merupakan Presiden Afghanistan yang menjabat sejak 21 September 2014 dalam proses pemilihan umum yang dilakukan negara Asia Selatan.

Dikutip dari Pajhwok Afgan News, Ashraf Ghani yang lahir pada 19 Mei 1949 ini menghabiskan masa kecilnya di provinsi tengah Logar dan menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Sekolah Tinggi Habibia di Kabul, sedangkan melanjutkan sekolah di Beirut Lebanon, American Universty dengan gelar pertamanya di tahun 1973.

Ia kembali ke Afghanistan pada tahun 1974 untuk mengajar studi Afghanistan dan antropologi di Universitas Kabul sebelum memenangkan beasiswa pemerintah untuk meraih gelar master di bidang antropologi di Universitas Columbia New York.

Dia tinggal di Columbia University dan meraih gelar Ph.D. Dia kemudian mengajar di University of California, Berkeley (1983) dan Johns Hopkins University (1983-991).

Pada tahun 1991, Ghani bergabung dengan Bank Dunia sebagai antropolog yang bertugas memberi nasihat tentang dimensi manusia untuk program ekonomi.

Setelah Taliban terguling 2001 di Afghanistan, ia ikut mendesain dan menetapkan peta jalan untuk transisi ke pemerintahan baru.

Selama pemerintahaan transisi, Ghani menjadi Kepala Penasehat Presiden Interim Hamid Karzai.

Sebagai Menteri Keuangan Afghanistan selama pemerintahan transisi, Ghani mengeluarkan mata uang baru dalam waktu singkat, komputerisasi keuangan, memperkenalkan anggaran sebagai instrumen utama kebijakan dan transparansi.

Ia memenangkan medali Afghanistan Sayed Jamal-ud-Din, penghargaan sipil tertinggi di negara ini. Ia diakui sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia pada tahun 2003 oleh Emerging Markets.

Pada tanggal 31 April 2004, ia menyajikan program tujuh tahun investasi publik dan mengamankan masa depan Afghanistan untuk sebuah konferensi internasional di Berlin yang dihadiri oleh 65 keuangan dan menteri luar negeri.

Pada Oktober 2004, Ghani diangkat sebagai Kanselir dari Universitas Kabul. Ia kemudian mendirikan Lembaga Efektivitas Negara, untuk membantu pemerintah dan mitra internasional mereka agar membangun lebih efektif dan akuntabel.

Sebagai Ketua Lembaga, ia bersama-menulis sebuah Fixing buku Gagal Serikat ke pujian kritis internasional.

Pada pemilihan Presiden 2009, Ghani kalah bersaing dengan Hamid Karzai dan hanya menempati peringkat empat dan pada 2014 dia kembali maju dengan mengalahkan Abdullah Abdullah dengan selisih suara satu juta orang lebih.

Afghanistan, merupakan negara daratan yang terletak di dalam Asia Selatan dan Asia Tengah dengan penduduk kira-kira 31 juta orang dengan luas wilayahnya 652,000 kilometer persegi menjadikannya negara ke-42 terbesar di dunia.

Penduduknya terdiri dari bermacam-macam etnis, yang paling besar adalah etnis Pastun sekitar 51 persen, etnis Yajik sebesar 27 persen, etnis Hazara dan Uzbek sembilan persen, etnis Aimak empat persen, Turmen tiga persen dan etnis campuran sempat persen.

Negara beribu kota Kabul ini memiliki kondisi iklim dan ekosistem adalah panas sampai sedang, saat musim dingin itu dingin dan saat musim kemarau itu panas.

Adapun kondisi medan di Afghanistan adalah pegunungan yang kebanyakan tidak datar, dataran hanya berada di bagian utara dan di bagian barat daya.

Elevasi atau ketinggian tempat di wilayah tersebut yakni titik terendah berada di daerah Amu Darya (846 kaki atau 258 meter DPAL); sedangkan titik tertinggi berada di daerah Nowshak (24.557 kaki atau 7.485 meter DPAL).

Penggunaan lahan di Negara Afghanistan tahun 2005 terdiri dari 12,13 persen lahan yang dapat digarap, 0,21 persen permanent crop, dan 87,66 persen penggunaan lahan lain.

Pada tahun 2003 lahan irigasi di negara tersebut seluas 16.902 mil persegi atau 27.200 kilometer persegi.

Adapun bahaya alam berupa gempa bumi terjadi di pegunungan Hindu Kush, banjir, dan kekeringan.

Ada beberapa masalah lingkungan di Negara Afghanistan antara lain sumber daya air tawar terbatas, pasokan air yang dapat diminum tidak cukup, degradasi tanah, overgrazing, deforestasi, banyak hutan yang tersisa ditebang untuk bahan bangunan dan minyak, desertifikasi, polusi air dan udara.

Baca Juga: Kiprah 'Zidane' Pemain Bola Muslim Bikin Kagum Dunia
Lukman Hakim Ikuti Jejak Sang Ayah Jadi Menteri Agama
Inspiratif, Susi Pudjiastuti Dikenal 'Nyentrik' dan Pemberani
Dunia Jurnalis Membawa'Meutya Hafid' Hijrah ke Politik

Sementara itu dalam kunjungannya ke Indonesia pada Rabu (5/3), Presiden Ghani dan rombongan akan disambut dengan upacara kenegaraan sebagaimana layaknya Jokowi menerima para kepala negara sahabat yang berkunjung ke Indonesia.

Presiden Jokowi juga akan mengajak bicara empat mata di beranda belakang Istana Merdeka atau yang dikenal dengan sebutan "Veranda Talk". Jokowi selalu mengajak para kepala negara yang berkunjung untuk berbincang di beranda belakang sebelum pertemuan resmi dimulai.

Kedatangan Presiden Ghani bersama rombongan ini juga akan melakukan pertemuan bilateral dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama antar Indonesia dan Afghanistan.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Kapolda Metro Sebut Saksi Kasus Palu Arit Rizieq Sudah Cukup Kapolda Metro Sebut Saksi Kasus Palu Arit Rizieq Sudah Cukup
Benarkah Pertemuan dengan Rizieq Dongkrak Elektabilitas Anies? Benarkah Pertemuan dengan Rizieq Dongkrak Elektabilitas Anies?
FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan

#Jakarta #Afghanistan #Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar