Laporan Tak Direspon, Anies Tuding Polda Pilih Kasih

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dikediamannya Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017). (foto/arah.com/Restu)

Arah -  Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Rasyid Baswedan dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran fitnah terhadap pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta.

Anies dilaporkan oleh kelompok relawan pendukung Pasangan Basuki dan Djarot (Badja) di Ditreskimum Polda Metro Jaya, Rabu (5/4/2017).

Menanggapi laporan tersebut, Anies mengaku bosan dengan laporan-laporan yang mendadak muncul pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017 ini.

"Ya enggak apa-apa biar tim hukum saja yang merespon. Ya saya dan Bang Sandi sudah agak bosan dengan fitnah lagi fitnah lagi. Panggilan polisi lagi panggilan polisi lagi. Kita lihat saja nanti," ujar Anies Baswedan di kediamannya, Jalan Lebak Bulus Dalam II No. 42, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).

Baca Juga: Ini Deretan Kampanye Hitam Anies yang Dilaporkan Ahok ke Polda
Duduk Bersanding, Anas dan Setnov Kompak Tak Kenal Terdakwa
Sidang E-KTP, Anas Sebut SBY Sempat Arahkan Program E-KTP
Anas: Jangankan Terima Dana, Daun Jambu Saja Enggak!

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu justru heran dengan kasus hukum yang menerpa paslon nomor urut tiga tersebut. Bahkan, Anies mempertanyakan keadilan kepada pihak kepolisian karena banyak proses hukum laporan dari pihaknya berhenti dijalan.

"Kami banyak lapor tapi enggak di follow up. Sementara kalau manggil Bang Sandi langsung di follow up. Kenapa yah? Kok polisi responsif yah kalau ada pelaporan terhadap Sandi tapi kalau ada laporan dari kami kok ya lama prosesnya," kata Anies.

Anies menambahkan, dirinya tidak mengkhawatirkan kasus hukum yang kembali menyeret namanya pada Pilkada putaran kedua 19 April nanti.

"Kita percaya insya Allah tidak. Apalagi kita juga tidak merespon dengan marah, santai aja, biasa-biasa aja. Makanya kami lebih banyak berbicara tentang lapangan kerja, pendidikan, perumahan, kesehatan daripada soal itu," tambahnya.

Sementara itu, Anies menghimbau kepada semua pihak untuk mendukung jalannya proses demokrasi pada Pilgub DKI Jakarta dengan jujur dan netral.

"Kita enggak tahu kenapa tapi bagi kami, malah mengajak kepada semua warga, yuk kita ajak pemerintah untuk netral, yuk kita ajak Polisi untuk netral. Kan yang harusnya ngajak netral kan pemerintah bukan warga."

"Biasa, kalau makin kuat ya makin banyak yang begini-begini, enggak usah cengeng lah," pungkasnya. (Restu)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Dapat Dukungan PAN di Pilkada DKI, Anies Berani Sodok Ikon Ahok Dapat Dukungan PAN di Pilkada DKI, Anies Berani Sodok Ikon Ahok
Plt Gubernur Usulkan Suket untuk Pilkada Diperpanjang Plt Gubernur Usulkan Suket untuk Pilkada Diperpanjang
'Kebakaran Jenggot' Anies-Sandi Ganti Tagline Kampanye? 'Kebakaran Jenggot' Anies-Sandi Ganti Tagline Kampanye?

#Jakarta #Hasil Pilkada DKI #Pilkada DKI Putaran Kedua #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Hasil Quick Count DKI #Timses Anies-Sandi #Kampanye Hitam #polda metro

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar