Patungan Rakyat Ditutup, Ahok-Djarot Kantongi Dana Rp27 Miliar

Dok. Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) didampingi Djarot Saiful Hidayat (kanan) menyampaikan visi dan misinya saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1). . (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Arah - Patungan Kampanye Rakyat bagi pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat resmi ditutup pada hari ini, Kamis (6/4). Patungan rakyat tersebut telah dibuka sejak 7 Maret 2017.

Hanya dalam waktu singkat, Ahok-Djarot berhasil 'mengantongi' sekitar Rp27 miliar atau tepatnya Rp27.142.519.909 yang berasal dari 3.613 donatur. "Kami melaporkan penerimaan dari hasil patungan Kampanye Rakyat yang merupakan bentuk dari pertanggung-jawaban kami terhadap uang hasil warga Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia yang dititipkan kepada kami sebagai bentuk partisipasi masyarakat," ucap Wakil Bendahara Timses Basuki-Djarot, Joice Triatman di Rumah Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat.

Dana sebesar Rp27 miliar itu menurut Joice kebanyakan didapat dari warga yang menyumbang secara online melalui portal www.ahokdjarot.id. Sementara melalui tunai, di kantor cabang bank BCA seluruh Indonesia sebesar Rp24,1 milyar Rupiah. "Dari patungan yang masuk, mayoritas individu menyumbang dengan rata-rata Rp100 ribu," sebut Joice.

Lebih lanjut, baru 60 persen penyumbang yang telah mengembalikan Surat Pernyataan Penyumbang KPUD bertanda tangan yang dilengkapi nomor KTP dan nomor NPWP, dari total keseluruham 3.613 donatur.

Baca Juga: Berhenti dari DPR, Ruhut Tak Kehilangan Kesibukan
Dihadapan Artis Ibu Kota, Djarot Sebut Ahok Pecinta Musik Dangdut

"Masih terdapat sekitar 1.437 formulir yang belum dikembalikan. Karenanya, Timses menghimbau agar masyarakat segera mengembalikan formulir tersebut sebelum periode kampanye Pilkada berakhir pada 12 April 2017," imbau Joice.

Joice khawatir, formulir itu harus dikembalikan guna mencegah adanya dana yang tidak dapat dipergunakan karena ketidaklengkapan syarat pemberian dana seperti yang terjadi pada putaran pertama.

Masyarakat yang belum mengembalikan formulir atau melengkapi berkas, bisa menyambangi posko Basuki-Djarot, jalan Proklamasi, nomor 53, Jakarta Pusat. Dana Rp27 miliar yang dikumpulkan timses Ahok-Djarot jumlahnya dibawah dari aturan KPUD Jakarta. Dalam aturan tersebut, seluruh pasangan calon yang berlaga di pilkada Jakarta putaran kedua hanya boleh mengumpulkan dana maksimal Rp34,56 miliar. (Helmi Shemi)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Putaran Kedua, Dana Kampanye Ahok-Djarot Masih Kurang Rp15 Miliar Putaran Kedua, Dana Kampanye Ahok-Djarot Masih Kurang Rp15 Miliar
Megawati Terlihat Serius dengan Prasetyo,Ini yang Diperbincangkan Megawati Terlihat Serius dengan Prasetyo,Ini yang Diperbincangkan
Curiga, Tim Anies-Sandi Minta KPU DKI Harus Jujur Curiga, Tim Anies-Sandi Minta KPU DKI Harus Jujur

#Jakarta #Pilkada DKI Putaran Kedua #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Ahok-Djarot #Dana Kampanye

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar