Manipulasi Pajak, Perusahaan Cargo Ini Korupsi 30% Uang Negara

Pengendara sepeda motor melintas di depan mural anti korupsi bertuliskan 'I promise i'll learn not corruption' di Jakarta, Kamis (2/3). Mural tersebut untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan praktik korupsi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Arah - Direktur Eksekutif Formapsi, Hans Adja menyatakan perusahaan swasta bidang cargo dengan inisial PT. UII dinilai telah melakukan tindak pidana korupsi uang negara dengan memanipulasi pembayaran uang pajak yang seharusnya disetorkan ke kantor dinas pendapatan negara dan juga kepada PT. Angkasa Pura.

"Justru diduga dikorupsi dengan permainan merubah jumlah tonase dari angka yang riil menjadi angka yang dipalsukan atau dimanipulasi sehingga penyetoran pajak ke negara menjadi berkurang hampir 30%," ujar Hans di Jakarta, Sabtu (8/4).

Hans menegaskan, tindakan oknum PT. UII yang diduga melakukan praktek curang, sangat menodai kewajibannya sebagai warga negara yang seharusnya taat hukum dan taat membayar pajak. Ia pun mendesak Pimpinan PT. UII patut dimintai pertanggungjawaban secara pidana melalui KPK dan mendesak Direktur Angkasa Pura untuk mencabut ijin usaha PT. UII yang merugikan negara.

Pasalnya kata Hans, Pimpinan PT. UII bertindak tidak mendidik karyawannya untuk taat hukum melainkan mengkaderisasi karyawannya untuk mencuri uang negara. Tindakan demikian bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Jelang GP Argentina, Paceklik Masih Hantui Rossi
Samsung Galaxy S8 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Harganya

"Laporan masyarakat yang sudah masuk ke FORMAPSI bahwa praktek tidak terpuji yang diduga dilakukan oleh PT. UII juga tidak hanya memanipulasi tonase barang-barang yang akan dicargokan untuk memperkecil jumlah kewajiban membayar ke Kas Negara akan tetapi Perusahaan ini juga menurut informasi dari beberapa karyawan yang di PHK sering mengakali PT. Angkasa Pura dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya," jelasnya.

"Sebuah sumber dari mantan karyawan yang di PHK bahwa beberapa tahun yang lalu PT.UII ini pernah diperiksa Kejaksaan Agung melalui Kejaksaan Tinggi Banten, namun kasus ini tidak berlangsung ke penuntutan terhadap Direksinya karena diduga terjadi KKN antara oknum Jaksa yang memeriksa perkara dengan Direksi PT. UII," imbuhnya.

Dengan demikian Hans akan mempertanyakan kepada Kejaksaan Agung atau kejati Banten tentang alasan macetnya penanganan kasus manipulasi pajak oleh PT. UII pada beberapa tahun yang lalu dan akan menggabungkan hasil investigasi permainan tonase barang-barang cargo yang akan diberangkatkan ke tempat tujuan dimaksud, untuk dilaporkan ke instansi Penegak Hukum.

"Diharapkan dari pengungkapan modus dan pola permainan tonase yang diduga dilakukan PT. UII bisa menghentikan praktek secara total praktek manipulasi pajak di masa yang akan datang dan sekaligus mengungkap permainan manipulasi pajak dengan modus yang sama yang diduga dilakukan oleh perusahan Cargo lainnya di lingkungan PT. ANGKASA PURA yang sudah menggurita dan dilindungi oleh oknum pejabat Angkasa Pura," pungkasnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Golkar: Peredaran Nama yang Disebut Dalam Kasus E-KTP Tak Lazim Golkar: Peredaran Nama yang Disebut Dalam Kasus E-KTP Tak Lazim
'Garap' Kasus Emirsyah Satar, KPK Periksa Tiga Saksi 'Garap' Kasus Emirsyah Satar, KPK Periksa Tiga Saksi
Ditanya Soal Pembangunan Mesjid Al-Fauz, Ini Kilah Sylviana Murni Ditanya Soal Pembangunan Mesjid Al-Fauz, Ini Kilah Sylviana Murni

#Jakarta #Kasus Pajak #Kasus Korupsi #PT Angkasa Pura

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar