Permintaan Penundaan Sidang Ahok, Ini Kata Muhammadiyah

Suasana Sidang Ahok ke-17/arah.com/shemi

Arah - Surat permohonan penundaan sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang di keluarkan oleh Kapolda Metro Jaya menuai berbagai pro kontra.

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyebut penundaan sidang bernuansa politik. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Ahmad Najib
Burhani yang menyampaikan meski adanya dugaan politis, dirinya tetap berpositif thinking.

"Sepertinya akan terlihat agak politis penundaan itu, tetapi mungkin juga itu dimaksudkan agar tidak terjadi konflik sebelum pilkada, sehingga biar pilkada itu berjalan sesuai dengan mekanisme yang sudah berjalan, kemudian setelah pilkada baru diputuskan, untuk menjaga agar tidak terjadi masalah," ujar Najib saat ditemui di Jakarta, Sabtu (8/4/2017) kemarin.

Dirinya juga percaya, dikabulkan atau tidak rencana penundaan sidang tersebut juga akan berpengaruh terhadap dinamika konflik di kemudian hari.

"Tentu bagi orang-orang yang menghendaki agar Ahok dihukum mereka ingin agar itu segera diputuskan, keputusan dia dihukum atau tidak, bisa dipakai untuk misalnya untuk menjelang pilkada nanti," papar Najib.

Baca Juga: Ketua DKPP Dukung Permintaan Polisi Tunda Tuntutan Ahok
Polisi Minta Sidang Ahok Ditunda, PBNU Enggan Berpolemik

Lebih lanjut ia juga berfikiran ke depan polemik Ahok bukanlah hal yang mudah, karena para penuntut tidak akan puas dengan apapun putusan yang akan dikeluarkan oleh majelis persidangan.

"Misalnya kalau umpamanya diputus bebas, orang-orang yang selama ini berdemonstrasi akan tidak puas bahkan menuntut lebih, kalau dia hukumannya ringan pun mereka tidak akan merasa puas," ujar cendikiawan muda Muhammadiyah tersebut.

Selanjutnya demi memperkuat dugaannya, Najib sempat menyinggung perkataan ulama kharismatik Buya Syafi'i Maarif terkait hukuman yang diberikan kepada Ahok.

"Seperti yang pernah disampaikan Buya, seandainya dihukum 400 tahun pun mereka tidak akan pernah puas, sehingga mereka akan marah kalau mereka dihukum ringan dan dibebaskan sama sekali dan sebagainya," paparnya.

Terakhir dirinya menegaskan Muhammadiyah sudah menyerahkan semuanya kepada hukum, sehingga penting menurutnya jika pandangan hukum penundaan Ahok baik demi independensi pengadilan, maka Muhammadiyah akan mengikuti.

"Ya sebetulnya kita sudah menyerahkan mempercayakan kepada hukum, kalau umpamanya sudah selesai mungkin diputuskan dan sebagainnya, jadi untuk membuat independensi pengadilan barang kali dan juga untuk menjaga ketenangan," pungkasnya. (Dini Afrianti)

Berita Terkait

Ahli Hukum MUI: Singgung Al Maidah, Ahok Punya Motif Jahat Ahli Hukum MUI: Singgung Al Maidah, Ahok Punya Motif Jahat
Sidang Ahok ke-15, 3 Saksi Ahli akan Dihadirkan Sidang Ahok ke-15, 3 Saksi Ahli akan Dihadirkan
Ditanya Hakim Kenapa Sering Marah, Ini Jawaban Ahok Ditanya Hakim Kenapa Sering Marah, Ini Jawaban Ahok

#Jakarta #saksi sidang ahok #Sidang Ahok #Penistaan Agama #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Al Maidah 51 #Pilkada DKI Jakarta 2017

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar