Mengenal Pondok Tahfidz Assalaam, Hafal 30 Juz Tamat SMP

Pondok Tahfiz di Kota Bandung, Pondok Pesantren Mts Assalaam menargetkan santrinya dapat hafal Qur'an sejak usia Mts atau SMP. (Foto: Istimewa)

Arah - Salah satu Pondok Tahfiz di Kota Bandung, Pondok Pesantren Mts Assalam menargetkan santrinya dapat hafal Qur'an sejak usia Mts atau SMP. Pondok pesantren yang baru dibuka tahun 2013 lalu ini membagi fokus pada sekolah Al-Quran dan sekolah kurikulum Mts Nasional.

Meski jumlah santri belum cukup banyak, dengan total baru 120 orang namun prestasi yang ditorehkan sudah cukup membanggakan. Salah satunya, pondok ini pernah menjadi runner-up juara olimpiade fisika Mts tingkat Provinsi pada tahun 2014 dan disambung 2015 lalu.

Pada tahun ini pondok tersebut bahkan sudah menjadi juara olimpiade fisika dan Tahfiz di tingkat Kota dan sedang mempersiapkan menuju tingkat Provinsi. Target santri di pondok tersebut minimal dapat mencapai 5 juz hafalan Al-Quran saat lulus.  "Target lulusan 30 juz, minimal 5 juz bisa hafal. Sekarang saja baru sudah ada yang hafal 10 juz, bahkan kelas 8 ada yang sudah 21 juz jadi mudahan-mudahan kelas 9 lulus bisa kejar 30 juz," ujar salah satu Pengasuh Ponpes Assalam, Dery Jamaludin Basari saat di temui dalam acara milad Alumni Haji Yayasan Assalam, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (9/4).

Lebih lanjut ia menambahkan, program sekolah Al-Quran di Ponpes Assalam terdapat 4 tahapan. Yakni kelas Ibtida, Tahsin, Tahfiz dan Mumtaz. Hal tersebut memudahkan santri untuk mengejar target hafalannya. "Kalau Ibtida' target 1 semester juz 30 dan bisa baca Qur'an, kalau Tahsin 6 bulan, hafalannya juz 29 dan pembelajaran tajwid, Kelas Tahfiz satu semester bisa 5 juz dengan pembelajaran tartil dan Kelas Mumtaz target 6 bulan 10 juz, sehingga 3 tahun terkejar 30 juz," terangnya.

Baca Juga: Targetkan Menang di Pilkada DKI, Anies: Kita Perluas Basis Suara
Anies Sebut Warga Jakarta Banyak Mengidap Penyakit Darah Tinggi

Sistem pengajarannya yakni dengan penjadwalan waktu menghafal. Yakni menambah hafalan saat waktu subuh dan margib, yang tak kalah penting adalah proses muraja'ah atau memeriksa kembali hafalan atau mengulang untuk mengantisipasi agar tidak lupa.

"Kendala menghafal yang paling sulit ketika hafalan lupa, beda dengan menambahkan-- kesukarannya tidak begitu sulit, tapi kalau sudah hafal (kemudian) lupa, untuk mengingat lagi itu dirasa cukup sulit," katanya.

"Antisipasinya setiap ba'da ashar ada muraja'ah atau taqrir mengulang hafalan, kalau tambahan bisa waktu magrib dan subuh. Idealnya untuk hafak 30 juz, syarat pertama sudah bisa baca Alquran saat awal masuk pondok, jadi pas pertama tidak dari Kelas Ibtida tapi langsung Kelas Tahsin, Tahsin 6 bulan, Tahfiz 2 semester, lanjut Mumtaz yang targetnya satu Minggu 5 lembar 1/2 juz perminggu," jelasnya.

Selain menargetkan hafalan, ponpes yang berlokasi di Jl. Mandala, Jatihandap, Kota Bandung ini  juga berupaya untuk menjaga santrinya agar dapat mempertahankan hafalannya. Salah satunya dengan pendidikan akhlak dengan pembinaan kedisiplinan. "Dalam hafalan bukan hanya menghafal, tapi juga menjaga hafalan, anak-anak dibina secara akhlaknya, misalanya segi puberitas, aspek-aspek kemaksiatan, karena menjaga hafalan itu kita kenal dengan tarqul maasyi syaratnya
atau meninggalkan hal yang maksiat," tuturnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Pungli Kadis di Bandung, Seminggu Bisa Kantongi Rp 50 Juta Pungli Kadis di Bandung, Seminggu Bisa Kantongi Rp 50 Juta
Farhan: Kendalikan Penyebaran Hoax Harus Mulai dari Diri Sendiri Farhan: Kendalikan Penyebaran Hoax Harus Mulai dari Diri Sendiri
Persib Jadi Tuan Rumah Pembukaan Liga 1 Persib Jadi Tuan Rumah Pembukaan Liga 1

#Bandung #Pondok Pesantren #Hafidz Al-Quran

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar