Polemik Suket, Timses Anies-Sandi: Itu Pintu Kecurangan!

Calon Guberbur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berada di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin (6/3/2017). (foto/arah.com/ridwan)

Arah -Polemik surat keterangan (Suket) sebagai pengganti e-KTP untuk memilih pada 19 April 2017 terus bergulir. Wakil Ketua Tim Kampanye Pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga uno, Muhamad Taufik menegaskan, suket merupakan pintu kecurangan pada pada hari pencoblosan.

Taufik meminta, KPU DKI tidak mengurusi data kependudukan karena itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi. Sebagai penyelenggara pemilu, harus fokus melakukan memastikan data pemilih.

''Makanya, kami akan minta data 120 Suket ke Disdukcapil. Ini untuk memastikan suket memang yang keluar pada 19 April sesuai jumlah,'' ujar M. Taufik di Posko Cicurug, Jalan Cicurug No.6, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/4).

Berdasarkan, UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan. Pasal 6 menyatakan, Pemerintah kabupaten/kota berkewajiban dan bertanggungjawab menyelenggarakan urursan administrasi kependudukan yang dilakukan bupati/walikota dengan kewenangannya.

Taufik menjelaskan, warga DKI yang sudah merekam E-KTP sebanyak 120 ribu. Karena itu, suket yang dikeluarkan harus sesuai dengan jumlah tersebut.

"Jika lebih maka sudah bisa dipastikan ingin bermain dengan data kependudukan untuk menggelembungkan suara. 'Niat curang ini,'' tuturnya.

Sementara itu, Sinyal pengerahan massa untuk mencoblos memang tidak bisa dinafikkan. Jika, disdukcapil melebihkan penerbitan suket di atas 120 ribu.

"Kami akan sisir juga data suket untuk memastikan apakah invalid atau tidak,'' tutupnya.

Baca Juga: Inginkan Gubernur Berakhlakul Karimah, Warga Aceh Dukung Anies
Mengejutkan! Baru Saja Menikah, Ini Pengakuan Istri Ridwan Ghani

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil Pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara, Sedangkan Ahok- Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan  Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot danAnies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Restu)

Berita Terkait

Di Tambora, Anies Ingatkan Warga Soal Pencegahan Kebakaran Di Tambora, Anies Ingatkan Warga Soal Pencegahan Kebakaran
Mampukah Jawaban Anies Ini Redam Polemik Taksi Online? Mampukah Jawaban Anies Ini Redam Polemik Taksi Online?
Dukung Anies-Sandi di Pilkada DKI, Ini Pesan Zulkifli Hasan Dukung Anies-Sandi di Pilkada DKI, Ini Pesan Zulkifli Hasan

#Jakarta #Hasil Pilkada DKI #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Hasil Quick Count DKI #Anies Baswedan #KPU DKI Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar