Pemkot Bandung Tunggak Dana Pengelolaan Sampah Hingga Miliaran

ilustrasi warga bersihkan sampah (foto/antara/iggoy el fitra)

Arah - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jawa Barat, Anang Sudarna, mengatakan pemerintah Kota Bandung memiliki tunggakan pembayaran pengelolaan sampah yang belum dibayar sejak tahun 2011 silam.

"Keseluruhan sampai akhir Maret sampai 31 Maret tunggakannya diatas Rp 5 miliar, itu belum dibayarkan," ujarnya saat ditemui di kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Senin (10/4/2017).

Angka tersebut adalah hasil kalkulasi Anang dari tunggakan dana pengelolaan sejak tahun 2011 hingga 2016, ditambah dana Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) dan dana Kompensasi Dampak Negatif (KDN) yang menjadi hak masyarakat sekitar TPA Sarimukti, Cipatat, Bandung Barat.

Baca Juga: Januari 2018, Warga Bandung Sudah Bisa Nikmati LRT
'Bandung Keren Tanpa Rokok' Lindungi Generasi Muda

Lebih lanjut Anang memaparkan, dari total dana Rp 25 miliar APBD provinsi yang digunakan untuk mengelola sampah di TPA Sarimukti, sebesar 67 persennya dimanfaatkan untuk melayani sampah dari kota Bandung.

"Artinya alokasi biaya sebesar Rp 15 miliar digunakan untuk melayani masyarakat kota Bandung setiap tahunnya," katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini pembiayaan pengelolaan sampah dari masyarakat kota Bandung dibiayai dari kabupaten atau kota lainnya. Padahal volume sampah dari kabupaten dan kota lain sangat sedikit jika dibandingkan Kota Bandung. Hanya 40 persen atau 60 ton dari 1800 ton per hari.

"Bahkan mereka (Cimahi, Kab Bandung, KBB) dapat mensubsidi Pemkot Bandung hingga bisa memperoleh piala Adipura," tuturnya.

Pihaknya mengaku sudah tiga kali mengirim surat peringatan sejak 2015. Akan tetapi belum ada tindakan berarti dari Pemkot Bandung.

"Sudah tiga kali. Surat peringatan dilakukan terakhir diberikan oleh Kadis Lingkungan Hidup pada tanggal 1 April 2017," katanya.

Dinas LH bahkan sempat memberhentikan pembuangan sampah dari wilayah Kota Bandung selama enam jam sebagai bentuk kekecewaan kepada Pemkot Bandung yang dianggap melalaikan kewajiban.

"Baru saja ditutup beberapa jam, ternyata luar biasa antrian truk sampah yang berada di luar gerbang TPK Sarimukti hingga mencapai ratusan meter panjangnya. Kami berpikir menutup sementara agar hal tersebut akan menjadi perhatian Pemkot Bandung, tapi rupanya jadi angin lalu," terangnya.

Tunggakan tersebut, lanjut Anang, sempat dijawab melalui surat atas nama Walikota Bandung, Ridwan Kamil dan dijanjikan akan dibayar pada perubahan anggaran tahun 2016 lalu.

"Pada bulan Juli 2016 lalu melalui surat Sekda Jabar mempertanyakan tentang tunggakan KJP tersebut kepada Pemkot Bandung. Dijawab oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil melalui suratnya tertanggal 3 Agustus 2016 akan dilakukan perubahan anggaran tahun 2016 lalu. Namun hingga saat ini (April 2017) pembayaran tidak kunjung tiba," terangnya.

Pihaknya mengaku sempat memutuskan untuk menutup akses Pemkot Bandung ke TPA Sarimukti pertanggal 11 April namun diurungkan atas permintaan walikota Bandung kepada Pemprov Jawa Barat.

"Saya bilang ke Wakil Gubernur nanti kita lihat, karena kan ini kan bukan baru pertama. Sudah 3 kali, sudah 6 bulan lebih, jadi selama ini ngapain? Silahkan lah masyarakat menilai bagaimana kinerjanya," tutupnya.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Elektabilitas Tertinggi untuk Cagub Jabar,Ini Tanggapan Kang Emil Elektabilitas Tertinggi untuk Cagub Jabar,Ini Tanggapan Kang Emil
Ridwan Kamil Diarak Sisingaan ke Panggung Deklarasi Ridwan Kamil Diarak Sisingaan ke Panggung Deklarasi
Wapres Jusuf kalla: Kelewatan Kalau Jawa Barat Tidak Maju Wapres Jusuf kalla: Kelewatan Kalau Jawa Barat Tidak Maju

#Jakarta #Alat Pengolah Sampah #Walikota Bandung #jawa barat

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar