Buang Sial, Masyarakat Thailand Biasa Lakukan Ini

Salah seorang wisatawan mencium seekor gajah dalam acara festival air Songkran di Provinsi Ayutthaya, Utara Bangkok, Thailan, Selasa (11/4). (REUTERS).

Arah -  Gajah dicat warna-warni di ibu kota Thailand kuno, Ayutthaya, menyemprot orang dengan air pada Selasa, (11/4) dalam perang air, yang menjadi adat untuk menandai perayaan Tahun Baru di negara itu.

"Tak terlukiskan, luar biasa. Anda keluar, masuk tuk-tuk dan memulai perang air dengan gajah," kata David Gray, wisatawan Inggris berkemeja cerah Hawaii.

Ayutthaya, kota Pusaka Dunia UNESCO, adalah rumah bagi salah satu kampung gajah terkenal di negara itu.

Baca Juga: Miris, Belasan Juta Orang di Afrika Butuh Bantuan Pangan Segera
Cerita Pemain Dortmund Usai Mendapat Serangan Bom

Pada tahun ini, Thailand merayakan festival air tahunan,itu, disebut Songkran, sejak 13 hingga 15 April, untuk menandai Tahun Baru tradisi.

Pesta Songkran sering disebut sebagai perang air terbesar dunia, saat penggembira saling memercikkan air di bawah terik matahari. Setiap orang adalah pemain dan wisatawan terlibat dalam kegembiraan itu.

Seperti yang diberitakan Rauters, warga Thailand percaya bahwa air mampu untuk mencuci nasib buruk dan membantu mengantar ke kemakmuran.

Terlepas dari percikan besar itu, Tahun Baru juga menjadi waktu bagi pertemuan keluarga, berdoa, dan menghormati leluhur dan mendiang.

Berita Terkait

Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI
Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang
Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei

#Jakarta #Tradisi Budaya #Festival Tahunan #Thailand #Gajah

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar