Kenapa Isu SARA Jadi Senjata Ampuh Berpolitik?

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, dalam diskusi bertajuk Pilkada Bersih-Sehat 'Waspada Operasi Peci Kumis', di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta, Senin (10/4/2017). (Arah.com/ Nugie)

Arah -  Peneliti sekaligus pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro membeberkan secara gamblang mengapa isu SARA merupakan senjata yang ampuh dalam menjatuhkan kompetitor politik.

Dalam hal ini, Zahro mengatakan bahwa isu SARA merupakan senjata yang sangat 'seksi' namun menyesatkan bahkan hal tersebut dapat melanggar
HAM.

"Bahkan apa ini bisa menerobos relung hati, menurut saya ini sebenernya seksi tapi menyesatkan sehingga melanggar HAM," ungkap Zahro kepada Arah.com ditemui Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (15/4/2017).

Dalam penggunaan isu SARA menurut Zahro, tentunya para oknum tersebut telah jauh-jauh hari memetakan kekuatan apa yang dapat menjatuhkan lawan politiknya, "Karena mereka sudah memetakan kekuatan-kekuatan komunitas, bukan politik, komunitas itu sensi diisu apa sih sebetulnya," ujarnya.

Lebih lanjut menurut Zahro, hal ini akan sangat berefek apabila terdapat calon tersebut memiliki indikasi SARA yang besar, makan akan semakin matanglah oknum tersebut 'menggoreng' isu tersebut.

"Jadi pas kebetulan calon-calonnya itu pasdipermasalahkan secara SARA, oh duluan itu yang dilakukan orang," jelasnya.

Itulah sebab menurut Siti Zahro perpolitikkan selalu tidak akan terlepas dari isu SARA yang ada.

"Selalu karena seksi, meskipun menyesatkan seksi," ucapnya.

Baca Juga: Sah! Ahok Jabat Gubernur DKI Jakarta Lagi
Indikator Ini yang Jadi Penyebab Ahok-Djarot Unggul Survei
Beda! di Survei ini Ahok-Djarot Unggul dari Anies-Sandi

Selanjutnya i juga kembali menjelaskan 'keseksian' dari isu SARA ini tidak hanya menerpa perpolitikkan Indonesia, namun juga negara-negara maju yang menganut sistem demokrasi tidak lantas terhindar dari isu SARA dalam perpolitikkan, contohnya Australia hingga Amerika.

"Di Australia itu kalau mau ada kebijakan yang hanya membolehkan imigran dari orang-orang putih, itu satu contoh, itu di Australia," paparnya

"Di Amerika ternyata yang namanya rasisme itu luar biasa padahal mereka juga bukan aslinya disitu, itu yang sebenernya kita ketahui bahwa sebetulnya sangat seksi untuk memunculkan isu SARA jadi itu tidak di Indonesia di Amerika pun terjadi," tambahnya.

Lebih jauh ia mencotohkan kasus kebijakan presiden Amerika Donald Trump yang rasis terhadap orang Islam, namun banyak yang tidak mendukung kebijakan tersebut, sehingga Zahro berharap tidak selayaknya masyarakat Indonesia mudah terprovokasi terkait SARA tersebut.

"Tidak (pantas), itulah mengapa Donald Trump dimusuhi jugakan dibatalkan, karena tidak boleh, orang bule pun kasian negara-negara Islam pun tidak boleh, di Indonesia juga tidak sepatutnya memperkarakan itu," tandas wanita berkerudung tersebut. (Dini Afrianti).

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Debat Pilkada, Sandiaga Tak Ingin Suasana Politik Memanas Debat Pilkada, Sandiaga Tak Ingin Suasana Politik Memanas
Demi Bisa Dekat Djarot, Para Ibu Nyamar Jadi Wartawan Demi Bisa Dekat Djarot, Para Ibu Nyamar Jadi Wartawan
Ini Alasan Djarot Pakai Peci Hitam di Surat Suara Pilkada DKI Ini Alasan Djarot Pakai Peci Hitam di Surat Suara Pilkada DKI

#Jakarta #Hasil Pilkada DKI #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Hasil Quick Count DKI #Siti Zuhro #Isu SARA

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar