Dedikasi Hasyim Asy'ari untuk Umat Hingga Akhir Hayat

Iluatrasi Hasyim Asy'ari

Arah -  Warga Indonesia pasti mengenal sosok Hasyim Asy'ari dengan ketokohan Nahdatul Ulamanya. Sebagai ulama, kakek Gus Dur ini tidak hanya memikirkan umat saat kondisinya masih sehat saja.

Dikutip bio.or.id, pendiri Pondok Pesantren Tebuileng ini masih mengimai salat saat dalam keadaan sakit. Tepatnya pada 7 Ramadhan 1366 M jam 21.00 beliau setelah mengimami Salat Tarawih, sebagaimana biasanya duduk di kursi untuk memberikan pengajian kepada ibu-ibu muslimat.

Tak lama kemudian, tiba-tiba datanglah seorang tamu utusan Jenderal Sudirman dan Bung Tomo. Sang Kiai menemui utusan tersebut dengan didampingi Kiai Ghufron, kemudian tamu itu menyampaikan pesan berupa surat. Entah apa isi surat itu, yang jelas Kiai Hasyim meminta waktu semalam untuk berfikir dan jawabannya akan diberikan keesokan harinya.

Namun kemudian, Kiai Ghufron melaporkan situasi pertempuran dan kondisi pejuang yang semakin tersudut, serta korban rakyat sipil yang kian meningkat. Mendengar laporan itu, Kiai Hasyim berkata, “Masya Allah, Masya Allah…” kemudian beliau memegang kepalanya.

Menurut Kiai Ghufron, beliau sedang mengantuk. Sehingga para tamu pamit keluar. Akan tetapi, beliau tidak menjawab, sehingga Kiai Ghufron mendekat dan kemudian meminta kedua tamu tersebut untuk meninggalkan tempat, sedangkan dia sendiri tetap berada di samping Kiai Hasyim Asy’ari.

Tak lama kemudian, Kiai Ghufron baru menyadari bahwa Kiai Hasiyim tidak sadarkan diri. Sehingga dengan tergopoh-gopoh, ia memanggil keluarga dan membujurkan tubuh Kiai Hasyim. Pada saat itu, putra-putri beliau tidak berada di tempat, misalnya Kiai Yusuf Hasyim yang pada saat itu sedang berada di markas tentara pejuang.

Sang dokter saat itu menyatakan Kiai Hasyim terkena pendarahan otak. Tepat ppada pukul 03.00 pagi, 25 Juli 1947, bertepatan dengan Tanggal 07 Ramadhan 1366 H, Kiai yang ikut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia itu berpulang ke Harmatullah.

Peninggalan Kitab Klasik

Perginya ke beliau pun mewariskan banyak ilmu, sejumlah kitab yang beliau tulis disela-sela kehidupan beliau didalam mendidik santri, mengayomi ribuan umat, membela dan memperjuangkan bumi pertiwi dari penjajahan.

Baca Juga: Beda! di Survei ini Ahok-Djarot Unggul dari Anies-Sand
Sah! Ahok Jabat Gubernur DKI Jakarta Lagi

Nama Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari

Nama beliaupun saat ini dijadikan salah satu masjid Raya di Jakarta di Jalan Raya Daan Mogok. Pemilihan nama beliun tentu menjadi pertimbangan.

Pelaksanaan tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono ungkap alasan pengambilan nama KH Hasyim Asy'ari pada Masjid Raya di Jala Daan Mogot Jakarta. 

Sumarsono, menjelaskan kalau pengambilan nama pendiri Nahdlatul Ulama ini, murni karena memandang KH Hasyim Asy'ari merupakan pahlawan Nasional yang gigih memperjuangkan kemerdekaan.

"Kepahlawanannya luar biasa, pahlawan Nasional dengan demikian kita juga membudayakan seorang tokoh agama, yang penting tokoh agama pahlawan Nasional untuk membangkitkan nasionalisme,"kata Sumarsono di masjid Daan Mogot Jakarta, Sabtu, (15/4/2017). 

Soni sapaan akrabnya Sumarsono juga menjelaskan, kalau kedepannya jika ada pembangunan masjid baru bisa mengambil nama dari tokoh pahlawan untuk memberikan semangat nasionalisme terhadap generasi mudanya, termasuk dari Muhammadiyah. 

"Kelak kemudian gak cuma ini, kan masjid raya akan dibangun ditempat lain nama tokoh pahlawan bisa dari Muhammadiyah. Kalau kita punya pahlawan yang bisa dibanggakan untuk nasionalisme generasi muda bisa juga," jelasnya. 

Ia melanjutakan kalau pengambilan nama KH Hasyim Asy'ari ini sudah melalui proses yang panjang, termasuk 27 nama pahlawan yang diusulkan sebelumnya. 

"Sudah melalui proses panjang akhirnya dipilih nama KH Hasyim Asy'ari kalau kita lihat film yang ditayangkan dia luar biasa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, gigih perjuangan kemerdekaan," ungkapnya.

"Ad 27 nama termasuk pahlawan pahlawan yang ada,"pungkasnya. (Mukied)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Resmikan Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Ini Pesan Presiden Jokowi Resmikan Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Ini Pesan Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Presiden Jokowi Resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari
Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor

#Jakarta #Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari #Ahmad Hasyim Asyari #Nahdlatul Ulama (NU)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar