Pihak Luar Daerah Awasi Pilkada DKI, Fadli Zon:Tidak Ada Larangan

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon saat memberikan konfirmasi demo di kediaman SBY, Selasa (7/2/2017) (foto/arah.com/Wildan Zulfiansyah).

Arah -  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon menerangkan polisi tidak bisa mencegah setiap orang yang ingin datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 19 April 2017 mendatang.

Polri akan menindak tegas jika ada orang dari luar daerah DKI Jakarta ikut mengawasi jalannya proses pemungutan suara pada Pilkada DKI putaran kedua.

"Pasal apa yang melarang ?, tidak ada aturannya, karena kedatangan massa dari daerah hanya ingin mengawasi agar tidak terjadinya kecurangan," kata Fadli Zon di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/4).

Baca Juga: Mantan Relawannya Timbun Sembako, Sandi: Ternyata Dia Ahokers
Sandi: Yang Masif Bagi Sembako Sudah Terlihat, Videonya Viral

Fadli menuturkan, Partai Gerindra juga akan mendatangkan puluhan ribu massa DPRD dari luar Jakarta, untuk ikut mengawasi jalannya proses pemungutan suara agar tidak terjadi kecurangan.

Menurutnya, tidak hanya Partai Gerindra, PDIP pun ikut menurunkan massa untuk mengawasi jalannya proses pemungutan suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Hal tersebut menurut Fadli tidak mengganggu proses pemungutan suara, melainkan mendukung konstitusi negara, agar Pilkada DKI tidak menimbulkan kecurangam dari kelompok manapun.

"Yang salah itu kalau mengganggu proses atau mengganggu aturan, tapi kalau ikut mengawasi supaya tidak terjadi kecurangan, itu bagian dari mendukung konstitusi dan bukan melanggar hukum," jelasnya.

Lebih lanjut, Fadli mengatakan, kedatangan kelompok massa dari luar daerah tidak bisa dilarang, lantaran banyaknya orang yang ingin ikut serta mengawasi jalannya proses pemungutan suara 19 April mendatang.

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara. Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Muhamad Ridwan)

Berita Terkait

Pembagian Sembako Jelang Pilkada, DPR: Jelas Itu Politik Uang Pembagian Sembako Jelang Pilkada, DPR: Jelas Itu Politik Uang
Demi Bisa Dekat Djarot, Para Ibu Nyamar Jadi Wartawan Demi Bisa Dekat Djarot, Para Ibu Nyamar Jadi Wartawan
Ditanya Jaminan Kesehatan Warga, Ini Jawaban Jitu Ahok-Djarot Ditanya Jaminan Kesehatan Warga, Ini Jawaban Jitu Ahok-Djarot

#Jakarta #Pilkada DKI Putaran Kedua #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Hasil Quick Count DKI #Fadli Zon

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar