Polisi Purwakarta Tutup Akses Massa Tamasya Al Maidah ke Jakarta

Polisi yang berjaga di Gerbang Tol (GT) Jatiluhur (Foto Arah.com/Haryanto)

Arah -  Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Purwakarta bersiaga di gerbang tol yang ada di Purwakarta. Mereka memantau kemungkinan adanya pergerakan massa dari wilayah Purwakarta ke Jakarta, untuk mengikuti aksi tamasya Al Maidah.

Hal itu dilakukan menanggapi adanya maklumat dari Kapolda Jawa Barat, tentang laragan melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban umum jelang Pilkada DKI Jakarta

Pantauan Arah.com, Selasa (18/4), Pukul 17.00 WIB, beberapa polisi ditempatkan di Gerbang Tol (GT) Jatiluhur, Sadang dan juga Cikopo. Termasuk beberapa ruas tol dan rest area yang ada di Purwakarta, seperti di KM 97, KM 88 dan KM 72 Tol Purbaleunyi.

Dari operasi itu, pihak Polresta Purwakarta sempat menggagalkan rombongan massa dengan menggunakan bus, yang disinyalir akan pergi ke Jakarta.

"Bertempat di rest area KM 88, dilakukan upaya penyekatan terhadap massa dari Banser Kota Tasikmalaya, yang akan berangkat ke Jakarta dengan menggunakan Bus Gardena No Pol Z 7668 T," kata Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Arman Sahti.

Baca Juga: Kembali Gelar Pelatnas, Luis Milla Panggil 26 Pemain
Timses Anies Klarifikasi Nama Adian Napitupulu di Kasus Sembako

Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak Banser, akhirnya massa kembali ke Tasikmalaya dengan pengawalan Patwal Lantas Polres Purwakarta.

"Jumlah massa 45 orang. Setelah dilaksanakan komunikasi dilapangan dengan pimpinan rombongan, serta disampaikan isi maklumat dari Kapolda Jabar, akhirnya rombongan kembali lagi ke Tasikmalaya," sambungnya.

Kapolres Purwakarta, AKBP Hanny Hidayat menghimbau kepada masyarakat Purwakarta, agar tidak memobilisasi massa untuk pergi ke Jakarta, yang bertujuan untuk mengawal berlangsungnya Pilgub DKI Jakarta pada Rabu (19/4).

"Kecurangan pilkada sudah tanggung jawab KPU dan Banwaslu dan Gakkumdu yang mengawasi. Pengamanan TPS sudah ada anggota Polri dan TNI. Keberadaan massa memang tidak membuat gaduh, tapi akan berpotensi terjadinya konflik," ucapnya.

Ia pun menyarankan agar masssa tetap di Purwakarta, melakukan kegiatan positif atau menikmati keindahan daerah yang dipimpin oleh Bupati, Dedi Mulyadi.

"Lebih baik di Purwakarta saja, nonton Air Mancur Sri Baduga dan Museum Digital. Jika tetap akan ke Jakarta, saya lakukan tindakan diskresi dan tindakan hukum, sesuai UU Kepolisian dan maklumat Kapolda Jabar," pungkas Hanny Hidayat. (Haryanto)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Sindir Keras Anies, Ahok: Belum Tersangka Aja Sudah Nuduh-nuduh! Sindir Keras Anies, Ahok: Belum Tersangka Aja Sudah Nuduh-nuduh!
PPP Akan Merapat, Timses: Kemenangan Ahok-Djarot Semakin Pasti PPP Akan Merapat, Timses: Kemenangan Ahok-Djarot Semakin Pasti
Terus Dikritik, Ahok Tantang Fahri Hamzah 'Nyumbang' di Kalijodo Terus Dikritik, Ahok Tantang Fahri Hamzah 'Nyumbang' di Kalijodo

#Jakarta #Tamasya Al Maidah #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pilkada DKI #Purwakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar