Traktir Makan Pejabat Lebih Dari Rp300 Ribu Masuk Gratifikasi

Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Arah.com/Restu Saputra)

Arah -  Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono mengatakan, pemberian hadiah berupa kuliner kepada pejabat sekarang dibatasi untuk mencegah agar tidak terjadi gratifikasi.

"Sekarang ini pemberian kuliner paling besar senilai Rp300.000 untuk mencegah supaya tidak terjadi penyalahgunaan wewenang," katanya Giri di acara sosialisasi pencegahan korupsi di Palembang, Jumat (21/4).

Apalagi, menurut dia, bila hadiah itu diberikan anak buah kepada atasan sehingga hal tersebut ke masa depan dinilai rawan akan penyalahgunaan wewenang.

"Sekarang ini berbagai cara dan model untuk melakukan tidak korupsi," ujarnya, dikutip Antara.

Baca Juga: Rumah Ridwan Kamil Disewakan Rp2 Juta Per Malam, Tertarik?
Chris Pratt Janjikan 'Guardians of the Galaxy 2' Lebih Dramatis
Nahas, Induk Gajah di Aceh Mati dengan Belalai Terpotong

Giri menyampaikan bahwa ada pihak yang memberikan hadiah dalam batas kewajaran karena untuk mendapatkan imbalan.

"Bila tidak jeli, maka korupsi sulit untuk diberantas," ujarnya.

Oleh karena itu, KPK terus memberikan sosialisasi supaya semuanya memahami dalam pemberian hadiah yang berpotensi menimbulkan kasus korupsi.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

KY Sebut Patrialis Akbar Coreng Profesi Hakim KY Sebut Patrialis Akbar Coreng Profesi Hakim
KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak... KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak...
Kejaksaan Bentuk Tim Khusus Klarifikasi Kasus Suap PT Brantas Kejaksaan Bentuk Tim Khusus Klarifikasi Kasus Suap PT Brantas

#Jakarta #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #Cegah Korupsi #Pemberantasan Korupsi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar