Ini Sisa-sisa Luka Pilkada DKI

Diskusi Mengobati Luka Pilkada di Gado-gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017). (Foto/Arah.com/Ridwan)

Arah -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta telah selasai, namun masih menyisahkan luka Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) akibat dari proses kampanye Pilkada DKI Jakarta priode 2017-2022.

Guru Besar Universitas Pertahanan, Prof. Dr. Salim Said menyatakan, berkembangnya isu SARA pada Pikada DKI Jakarta merupakan isu politik terdahulu yang pernah terjadi sekitar tahun 1998 di Indonesia, dimana isu SARA menjadi poin penyerangan politik untuk menjatuhkan lawannya.

"Banyak tragedi anti cina di Indonesia ketika tahun 1998 masa Orde Baru, lalu isu politik tersebut kembali terjdi pada proses Pilkada DKI Jakarta," kata Salim Said saat membicarakan diskusi Mengobati Luka Pilkada di Gado-gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

Salim Said menjelaskan, bahwa isu SARA yang berkembang di tengah masyarakat saat proses Pilkada DKI Jakarta berlangsung, karena dibangun oleh elit politik untuk kepentingan pribadi, dan untuk menjatuhkan lawannya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ahok akan Bongkar Otak Perekayasa Kasus Penistaan
Dari Anies Naik Heli dan Foto Bareng, Ini Bantahan Lippo Group

Menurutnya, masyarakat dalam hal ini sudah cerdas dengan proses demokrasi yang terjadi. Lantaran, negeri ini dibangun dengan penuh kedaulatan rakyat yang berdemokrasi, proses Pilkada DKI Jakarta kemarin membuktikan bahwa Indonesia dalam hal ini Jakarta memberikan bukti kesiapan demokrasi yang nyata dari sikap masyarakatnya.

"Isu SARA dibangun oleh elit politik untuk menjatuhkan lawannya, tetapi masrakat sudah mulai pintar menjalankan proses demokrasi berjalan dengan damai dan aman," ucapnya.

Lebih lanjut, Salim Said mengatakan pada Pilkada DKI Jakarta tidak ada yang tidak terima dengan hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, hal tersebut merupakan bukti masyarakat sudah cerdas melakukan proses demokrasi.

"Di Indonesia tidak ada orang yang mengatakan saya akan nerima hasil pemilu kalau saya menang. Kalau di Amerika itu ada, Donald Trump yang katakan seperti itu," pungkasnya. (Ridwan)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Kenapa Isu SARA Jadi Senjata Ampuh Berpolitik? Kenapa Isu SARA Jadi Senjata Ampuh Berpolitik?
MUI: Isu Agama Boleh Dibawa Kampanye, Asal... MUI: Isu Agama Boleh Dibawa Kampanye, Asal...
Sukmawati: Isu SARA di Pilkada DKI 'Sponsor' Titipan Sukmawati: Isu SARA di Pilkada DKI 'Sponsor' Titipan

#Jakarta #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Isu SARA

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar