Cari Tahu Anak Mengonsumsi Narkoba atau Tidak dengan Cara Ini

Ilustrasi kegiatan donor darah (Antara/Irwansyah Putra)

Arah -  Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban untuk melindungi anak dari hal buruk seperti narkoba. Tentu tak ada orang tua yang rela nyawa sang buah hati direnggut oleh benda terlarang itu.

Agar tak kecolongan, ada baiknya sebagai orang tua mengetahui tanda-tanda anak yang terpengaruh narkoba. Salah satunya adalah dengan melakukan deteksi sejak dini.

Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (PMI Sulsel) Ichsan Yasin Limpo mengatakan, salah satu cara untuk mendeteksi anak yang terpapar narkoba adalah melalui donor darah.

"Jadi bagi orang tua yang mau tahu kondisi anak, begitu masuk usia 18 tahun ajak untuk rutin donor darah. Itu salah satu bentuk pengawasan yang bisa dilakukan untuk tahu apakah anaknya mengonsumsi narkoba atau tidak," kata Ichsan pada acara Temu Sukarelawan II PMI se-Sulsel di Lapangan Benteng, Kabupaten Pinrang, pada Antara.

Menurutnya, melakukan donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali, akan memudahkan deteksi awal apakah anak mulai menggunakan narkoba.

"Harus dibangun opini ini, agar orang tua membiasakan anak mereka untuk donor darah, sehingga deteksi dini bisa dilakukan," tuturnya.

Baca Juga: Fenomena Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Juga Ada di Medan
May Day di Purwakarta, Buruh Malah Lakukan Hal Ini

Selain itu, orang yang gemar melakukan donor darah secara rutin akan memperoleh manfaat kesehatan yang besar.

"Mereka yang rutin donor darah tiga bulan sekal, tidak gampang sakit karena selalu terbentuk antibodi baru yang menjadi tentara dan peluru dalam melawan penyakit," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ichsan juga meluruskan adanya anggapan bahwa PMI memperdagangkan darah.

Menurut dia, masyarakat perlu memahami bahwa ada sekitar tujuh tahapan yang harus dilalui sebelum darah tersebut siap digunakan.

"PMI harus menyiapkan kantong darah yang sampai sekarang masih kita impor, dan melakukan sterilisasi untuk setiap cairan darah tersebut," katanya.

PMI justru kelimpungan jika ada instansi atau organisasi yang ingin memecahkan rekor donor darah.

"Kita pusing, karena uang kas Rp100-200 juta harus keluar, ini yang harus kami carikan jalan keluarnya," tutupnya

Meski demikian, ia mengaku, ada kenikmatan tersendiri bagi dirinya dan pengurus PMI lain karena telah ikut andil dalam menyelamatkan nyawa orang.

Informasi gaya hidup, hanya di arah.com

Video trending pilihan redaksi

Berita Terkait

Polri Dianggap Bisa Kewalahan Jika Rizieq Dikriminalisasi Polri Dianggap Bisa Kewalahan Jika Rizieq Dikriminalisasi
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 15,39 Kg Shabu dari Malaysia Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 15,39 Kg Shabu dari Malaysia
Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri

#Jakarta #Donor Darah #Berantas Narkoba #generasi muda

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar