Perjuangan Kakek Tua Tanpa Kaki Ini Sungguh Memilukan

Penjual Balon, Subari (61) yang kehilangan satu kaki tetap semangat berjualan untuk bertahan hidup, Medan, Senin (8/5). (Foto: Arah.com/ Anugrah Andriansyah)

Arah - Kisah Subari (61) ini sungguh mengharumkan demi bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya sehari-hari, ia terpaksa tetap berjualan. Padahal, warga Jalan Starban Gang Bilal, Medan Polonia ini kehilangan satu kakinya. Subari terpaksa kehilangan satu kakinya yang diamputasi tahun 2010 akibat kecelakaan. Kini ia berjualan balon, karena itulah yang bisa dilakukan.

"Setelah kecelakaan, sering sakit-sakitan dan kambuh. Pada tahun 2010 lalu kaki saya diamputasi. Saya sempat depresi dan hampir bunuh diri karena shock harus kehilangan satu kaki," kata Subari.

Sebelum kakinya di amputasi Subari dulunya seorang penarik becak. Tak bisa menarik becak dengan sebelah kaki, ia memutuskan untuk berjualan balon. Apalagi berjualan balon bukan pekerjaan sulit baginya yang hanya memiliki satu kaki. "Saya lebih milih berjualan daripada harus menjadi pengemis. Dulu pernah ada yang mengajak untuk meminta-minta tapi saya gak mau. Itu hanya bikin malu keluarga, toh saya masih bisa jalan dan gak mau putus asa gitu aja," tuturnya.

Baca Juga: Demi Buah Hati, Donny Michael Rela Merubah Gaya Hidup
Jelang Vonis Ahok, Haji Lulung: Umat Islam Merasa Terganggu

Ia berjualan setiap hari dari pagi hingga sore di Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan, depan kawasan Universitas Sumatera Utara (USU). Subari kadang juga berkeliling dengan alat bantu yang selalu menemaninya sambil menjajakan balon.

Penghasilan yang didapatnya pun tak menentu. Dalam sehari kadang ia mendapatkan Rp 50.000, namun pernah juga dagangannya tak laku tetapi selalu bersyukur. Anak-anak Subari sempat melarangnya berjualan. Namun, ia tak menuruti kemauan anaknya. "Anak-anak sempat larang saya jualan, tapi gak saya hiraukan. Malu kalau mau minta sama anak terus, baik begini cari uang biar gak suntuk juga kalau di rumah aja," ucapnya.

Subari memiliki 3 orang anak dan hidup serba kekurangan, namun ia tak pernah mengeluh. Meski hanya memiliki satu kaki, ia tetap setia berjalan sambil berdagang ditengah ramainya lalu lalang kendaraan bermotor. Panas terik dan hujan tak ia hiraukan demi menafkahi keluarganya di rumah. (Anugrah Andriansyah)

Video Trending Piliahan Redaksi:

Berita Terkait

Begini Kronologis Penangkapan Terduga Otak Pembunuhan Sadis Medan Begini Kronologis Penangkapan Terduga Otak Pembunuhan Sadis Medan
Polisi Tangkap Tersangka Utama Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Polisi Tangkap Tersangka Utama Pembunuhan Satu Keluarga di Medan
Aksi Mengerikan Polwan Cantik Ditabrak Sopir Angkot Terekam CCTV Aksi Mengerikan Polwan Cantik Ditabrak Sopir Angkot Terekam CCTV

#medan #kisah memilukan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar