Pengamat Sebut Tim Sinkronisasi Ada Karena Masalah Jakarta Banyak

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan visi dan misinya saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1). Debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur pertama tersebut mengangkat tema pembangunan sosial ekonomi untuk Jakarta. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Arah - Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai terbentuknya Tim Sinkronisasi dari pasangan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno karena adanya tuntutan dari masyarakat yang begitu besar pada masa Pilkada DKI 2017.

Terlebih, Anies-Sandi akan menjabat pada akhir Oktober 2017.

"Tim ini kan untuk mempersiapkan (program Anies-Sandi). Kan hitungnya lima bulan yang akan datang (mereka akan menjabat), paling tidak permintaan atau tuntutan masyarakat besar sekali di Pilkada DKI 2017 sehingga bisa dipahami harus dipersiapkan," kata Zuhro saat dihubungi arah.com, Jumat (12/5/2017)

Zuhro menilai sosok Anies-Sandi bukanlah pejabat pemula sehingga mereka mengetahui apa yang harus mereka lakukan.

"Asumsinya kan Anies-Sandi bukan pemula. Mereka berdua dwi tunggal yang bukan pemula tapi dwi tunggal yang sudah siap what to do, how to do, how to solve the problem," jelasnya.

Baca Juga: Komisi Yudisial Curiga Soal Promosi 3 Hakim Sidang Ahok
Universitas di Jepang Bangun Pusat Studi Ninja

Seperti diketahui Pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya telah resmi membentuk tim sinkronisasi.

Melalui akun Instagram-nya, Anies mengatakan tim sinkronisasi itu akan bertugas menyusun referensi dan memasukkan program-program serta janji kerja Anies-Sandi ke dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 serta Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022.

Tim yang dipimpin oleh mantan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Republik Indonesia, Sudirman Said memiliki sejumlah anggota, yakni:

1. Aktivis perempuan, Erdiana Noerdin
2. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2011-2014, Eko Prasojo
3. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010-2013, Fadjar Pandjaitan
4. Advokat HMBC Rikrik Rizkiyana
5. Pakar tata kota Marco Kusumawijaya
6. Mantan deputi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, M. Hanief Arie Setyanto
7. Pegiat gerakan sosial dan lingkungan hidup, Untoro Hariadi.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Rumah Partisipasi, Cara Anies-Sandi Tampung Ide Warga Jakarta Rumah Partisipasi, Cara Anies-Sandi Tampung Ide Warga Jakarta
Anies-Sandi Bicara Soal Kontrak Politik dengan Perindo Anies-Sandi Bicara Soal Kontrak Politik dengan Perindo
Relawan Media Sosial Punya Peran Penting Memenangkan Anies-Sandi Relawan Media Sosial Punya Peran Penting Memenangkan Anies-Sandi

#Jakarta #Anies-Sandi #Anies Baswedan #Sandiaga Uno #Siti Zuhro #pengamat

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar