BKSDA 'Burung Indonesia' Ajak Siswa SD Lestarikan Burung

Burung Maleo (foto/shutterstock.com/mosista)

Arah - Para siswa dari SD 13 Paguat, Gorontalo mengikuti penyuluhan dan kampanye pelestarian burung migran sebagai bagian dari keanekaragaman hayati di Cagar Alam Panua, Kabupaten Pohuwato, Jumat (12/5/2017). Kegiatan tersebut diinisasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan bekerjasama dengan "Burung Indonesia" serta Biodiversitas Gorontalo.

Penyuluh BKSDA Fachriany Hasan, memperkenalkan jenis-jenis dan alasan burung bermigrasi dari belahan bumi lain kepada para siswa. Kampanye tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Migrasi Burung Dunia atau Wolrd Migratory Bird Day (WMBD) 2017.

Menurut Hasan, melestarikan kehidupan burung berarti menjaga habitat atau tempat hidupnya dari kerusakan dan kepunahan.

"Masa depan burung-burung ini adalah masa depan kita juga sebagai manusia dalam satu ekosistem. Burung tidak akan bisa bermigrasi, bila planet kita tidak sehat," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Ma'aruf Amin: HTI Layak Dibubarkan
Wiranto: Tak Ada Kompromi Bagi Ormas yang Menentang NKRI

Di tempat yang sama, Communication Assistant Burung Indonesia, Citra Ayu Mentari memandu para siswa untuk membuat prakarya berupa tirai dengan hiasan burung bertuliskan pesan anak-anak mengenai lingkungan di sekitarnya.

Para siswa menuliskan harapan-harapannya sebagai bentuk kepedulian seperti "Jangan menembak burung", "Kita tidak bisa membunuh burung", "Burung bermanfaat bagi lingkungan", dan "Manusia harus melindungi alam berserta isinya".

Selain itu, siswa juga diajak untuk melepaskan anakan burung Maleo Senkawor di Cagar Alam Panua, yang menjadi salah satu habitat burung endemik Sulawesi tersebut. Tujuh ekor anak Maleo hasil perlindungan yang dilakukan oleh BKSDA tersebut berumur 3-30 hari, dilepaskan ke alam untuk berkembang alami dan menambah jumlah populasi.

Sebagian siswa mengaku masih hanya mengenal Maleo dari gambar dan buku, tanpa pernah melihat langsung di dalam bebas. 

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu
SBY Ngetwitt Soal Berita Hoax, Ini Tanggapan Timses Agus-Sylvi SBY Ngetwitt Soal Berita Hoax, Ini Tanggapan Timses Agus-Sylvi
Pemprov Gorontalo Resmikan Desa Digital Lamahu Pemprov Gorontalo Resmikan Desa Digital Lamahu

#Jakarta #Gorontalo #burung maleo #burung langka #pelestarian burung

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar