Sistem Kesehatan di Inggris Telah Pulih dari Serangan Ransomware

Ilustrasi komputer terinfeksi malware ransomware (Kaspersky)

Arah -  Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd, menyatakan sistem kesehatan di Inggri telah pulih dri serangan ransomware yang terjadi pada Jumat kemarin.

"97 persen layanan kesehatan kami sudah berjalan normal seperti biasa," kata Rudd, saat memimpin pertemuan komite tanggap krisis atau Cobra, dilansir Reuters, Minggu (14/5).

Sebelumnya, sejumlah rumah sakit di Inggris dibuat kalang kabut serangan program jahat (malware) ransomware. Akibat serangan itu data-data pasien pada komputer terkunci dan tidak bisa diakses. Ransomware ini menyerang setidaknya 16 rumah sakit di Inggris.

Rudd mengatakan 48 dari 248 sistem layanan kesehatan di Inggris terkena dampak serangan ransomware pada Jumat lalu. Tapi semuanya sudah berjalan normal, hanya tinggal enam yang masih terdampak.

"Respon kami sangat bagus. Kami memiliki kesiapan yang baik dan juga rencana untuk beberapa hari ke depan agar dapat memastikan bahwa kami dapat membatasi dampak dari serangan tersebut," ujar Rudd.

Baca Juga: Virus 'Tukang Palak' Ransomware Serang 99 Negara, Indonesia?
RS Harkit dan RS Dharmais Kena Serangan malware Ransomware
Ini Langkah Cegah Komputer Terinfeksi Malware Ransomware

Rudd juga menyampaikan pemerintah belum mengetahui siapa dalang di balik serangan ransomware, yang diketahui telah menyerang 100 negara.

Bahkan, kemarin, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan serangan virus ransomware di rumah sakit Inggris merupakan bagian dari serangan internasional.

Untuk diketahui, ransomware ini berjenis Wannacry. Malware itu mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut.

Malware ini menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Ransomware juga dikenal sebagai 'tukang palak'. Ya, untuk membebaskan komputer yang dijangkiti, ransomware meminta bayaran bitcoin. Dana tebusan agar file bisa diakses kembali adalah 300 dolar AS atau setara Rp4 juta.

Malware itu memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Dan, memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Microsoft Rilis Patch Keamanan untuk Tangkal Serangan Ransomware Microsoft Rilis Patch Keamanan untuk Tangkal Serangan Ransomware
RS Harkit dan RS Dharmais Kena Serangan malware Ransomware RS Harkit dan RS Dharmais Kena Serangan malware Ransomware
Ini Langkah Cegah Komputer Terinfeksi Malware Ransomware Ini Langkah Cegah Komputer Terinfeksi Malware Ransomware

#Jakarta #Virus Komputer #Malware #Serangan Siber #Ransomware #Inggris

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar