Presiden Perintahkan Tindak Tegas Pengganggu Persatuan

Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak mengintervensi proses hukum kasus Ahok.

Arah -  Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan.

Perintah itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa, dalam jumpa pers setelah pertemuan dengan delapan tokoh lintas agama.

Presiden Jokowi sebelumnya selama sekitar 1,5 jam menggelar pertemuan dengan para tokoh lintas agama di Istana Merdeka Jakarta tidak lama setelah ia mendarat di Jakarta pasca-kunjungan kerjanya di Palu, Sulawesi Tengah.

"Saya juga telah perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk tidak ragu-ragu untuk menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, yang mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," kata Presiden.

Baca Juga: Tak Disangka, Siswa SMP Ngaku Punya SIM M Ketika Dirazia Polisi
Pria Ini Bikin Heboh, Beli Makanan Cepat Saji Naik Helikopter

Pada kesempatan itu Presiden bersilaturahim dengan tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia, Perwakilan Umat Budha Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia, serta Panglima TNI dan Kapolri.

Presiden mengatakan pertemuan itu untuk membicarakan dinamika kebangsaan yang menjadi perhatian bersama.

"Dan saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, terus mempertahankan, dan terus memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Presiden juga menyatakan senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antarumat, antarkelompok, dan antargolongan.

"Saya senang mendengar komitmen semua pihak untuk mendukung demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum," katanya.

Namun Presiden menyatakan perlu untuk menegaskan bahwa kebebasan, kemerdekaan untuk berserikat dan berkumpul dijamin oleh konstitusi.

Berita Terkait

Dihadapan Jokowi, SBY Ungkap Alasan Tak Hadiri Undangan Istana Dihadapan Jokowi, SBY Ungkap Alasan Tak Hadiri Undangan Istana
Intip Yuk Pertemuan Presiden Jokowi dengan SBY Intip Yuk Pertemuan Presiden Jokowi dengan SBY
Indonesia Kirim 5.000 Metrik Ton Beras ke Sri Lanka. Gratis! Indonesia Kirim 5.000 Metrik Ton Beras ke Sri Lanka. Gratis!

#Jakarta #presiden joko widodo #presiden jokowi #Kapolri Tito Karnavian #Panglima TNI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar