Setnov: Ragam Kepentingan Ini Menjadi Tantangan Besar

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto saat menghadiri perayaan ulang tahun Agung Laksono ke-68, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (26/3). (Foto: Arah.com/ Muhamad Ridwan)

Arah -  Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan imbauan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan perilaku saling menghujat menunjukkan Pemerintah cepat tanggap dalam menyikapi situasi dan kondisi sosial dan politik di Jakarta akhir-akhir ini.

"Proses Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung panas, sejatinya adalah momentum mengasah kematangan dalam berdemokrasi," kata Setya Novanto melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Baca Juga: Bagaimana Nasib Penyebar Chat Mesum Rizieq-Firza?
Ini Bukti Kuat yang Membuat Polisi Tetapkan Firza Jadi Tersangka
Anies: Jadi Sorotan Dunia, Rakyat Indonesia Harus Jaga NKRI

Menurut Novanto, proses Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung panas, belum sepenuhnya dipersepsikan dengan baik oleh beberapa komponen masyarakat.

Kebebasan bersuara dan berpendapat, ungkapnya, terkadang disalurkan dengan cara-cara yang kurang bijaksana sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Jika hal ini terus berlanjut, maka akan menggerus tradisi bhinneka tunggal ika dan kemudian berbagai berbagai perbedaan yang intoleran," ujarnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, tatanan luhur bangsa Indonesia akan kehilangan jejak dalam situasi panas yang diwarnai perbedaan kepentingan.

Bangsa Indonesia yang menyepakati bhinneka tunggal ika sebagai komitmen kebangsan, saling menghargai adanya perbedaan dengan sikap dewasa dan kematangan dalam berdemokrasi.

"Mengelola perbedaan dan ragam kepentingan ini menjadi tantangan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Perbedaan lebih mudah mendefinisikan kita satu sama lain dibandingkan persamaan dan kebersamaan," jelas Novanto.

Novanto menilai, tradisi luhur bangsa Indonesia telah mewariskan sikap dan perilaku menghargai perbedaan dan menjadikannya sebagai kekuatan.

Nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesiaan, tidak alergi terhadap perbedaan, tapi saling menerima sebagai realitas yang menjadi kekuatan dalam bingkai NKRI.

"Saya mendukung langkah Pemerintah yang mengambil posisi tegas terhadap berbagai pihak yang mengancam keutuhan bangsa dan kedaulatan NKRI," tuturnya.

Novanto menegaskan, dirinya mendukung langkah Pemerintah yang berupaya merangkul seluruh kalangan yang berbeda, baik agama, suku, maupun ras, untuk senantiasa mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Novanto juga mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk senantiasa menularkan energi positif kepada seluruh bangsa Indonesia.

"Tanamkanlah benih-benih toleransi, bhinneka tunggal ika, rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa," pungkasnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Imigrasi Cegah Setya Novanto ke Luar Negeri Imigrasi Cegah Setya Novanto ke Luar Negeri
Ketua DPR: Manfaatkan Masa Tenang Pilkada dengan Bijak Ketua DPR: Manfaatkan Masa Tenang Pilkada dengan Bijak
Dikaitkan Korupsi E-KTP, Setnov Bantah Ada Perpecahan di Golkar Dikaitkan Korupsi E-KTP, Setnov Bantah Ada Perpecahan di Golkar

#Jakarta #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Kisruh Pilkada #Setya Novanto Ketum Baru Golkar #Setya Novanto

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar