Tidak Permasalahkan Demo, Pengamat Sebut Polisi Tidak Netral

Ribuan warga menggelar doa dalam aksi Solidaritas Seribu Lilin Keadilan di Denpasar, Bali, Kamis (11/5). Aksi yang melibatkan elemen masyarakat dari berbagai daerah di Indonesai tersebut untuk menuntut keadilan bagi kasus yang sama dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok serta mengajak masyarakat untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Arah - Pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, menyikapi sejumlah unjuk rasa yang kerap terjadi di Jakarta akhir-akhir ini.

Chairul menyatakan adanya unjuk rasa yang pro Basuki Tjahja Purnama atau kontra, merupakan sebuah kewajaran dalam negara demokrasi. Bahkan, menurutnya deomonstrasi yang terjadi jangan dilihat dari sisi negatif.

“Sebenarnya demo-demo itu untuk mempersatukan bangsa. jadi jangn dilihat negatif saja, jadi perspektif kita harus positif. Kalau ada orang demo mengharapkan agar pak Ahok dibebaskan, ya itu dalam rangka untuk membuat negara ini tetap bersatu,” katanya melalui sambungan telepon kepada arah.com Rabu (17/5/2017).

Chairul juga menambahkan, unjuk rasa yang digelar oleh kedua belah pihak baik yang menuntut ataupun yang menolak merupakan bagian dari hak konstisusi.

“Kalau demo agar pak Ahok  dihukum, ya itu juga untuk membuat negara ini tetap bersatu. kita harus lihatnya seperti itu sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara. jangan dilihat untuk memecah belah," tambahnya.

Baca Juga: Fisik Terbatas, Tak Halangi Kayla Maylani Raih Banyak Prestas
Bikin Ngakak! Begini Aksi Polisi Tilang Pelanggar 'Manja

Menurutnya, massa yang menolak Ahok dipenjara atau meminta Ahok dipenjara bukan berarti anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jadi nggak ada urusan sama memecah belah,” tegas Chairul.

Chairul justru menyatakan aparat kepolisian saat ini berada dalam posisi tidak netral, terkait adanya unjuk rasa yang dilakukan kedua belah pihak.

“Itu sumbernya adalah aparat penegak hukum tidak netral. Coba misalnya kalau demo melewati pukul 18.00 WIB kan nggak boleh, sementara kelompok demo yang satu dilempari gas air mata. Jadi yang memecah belah itu justru tindakan aparat,” pungkasnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku Pencoretan Merah Putih, Polisi Ringkus Seorang Terduga Pelaku
Ini Skenario yang Disiapkan Kereta Komuter Saat Demo 212 Ini Skenario yang Disiapkan Kereta Komuter Saat Demo 212
Kapolri dan Habib Rizieq Sepakati Lokasi Ini untuk Demo 212 Kapolri dan Habib Rizieq Sepakati Lokasi Ini untuk Demo 212

#Jakarta #Aksi Seribu Lilin Ahok #aksi pendukung ahok #Demo Ormas Islam #Demo FPI #pengamat #ahli pidana #Aparat Kepolisian

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar