Masjid Agung Batam Akan Jadi Masjid Terbesar di Pulau Sumatera

Masjid Agung Batam (wikipedia.org)

Arah -  Masjid Agung Abdulrahman Syah di Kota Batam digadang-gadang akan menjadi masjid terbesar di Sumatera. Masjid yang kini tengah dalam pembangunan dibangun di lahan seluas 4,2 hektare dan mampu menampung hingga 18.000 orang jamaah.

"Masjid Agung yang sedang dibangun itu akan menjadi masjid terbesar di Sumatera," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Batam, Ardiwinata di Batam, Kepulauan Riau, dikutip Antara.

Ardi mengatakan, masjid yang sengaja dibangun di sekitar Kawasan Industri Galangan Kapal Tanjunguncang itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan religi masyarakat sekitar, apalagi jumlah masjid di kawasan itu masih terbatas.

Selain itu, Masjid Agung Batam juga diharapkan menjadi objek pariwisata religi bagi wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke kota industri ini.

"Karena wisata di Batam ini ada macam-macam, di antaranya wisata religi. Jadi kami harapkan masjid juga bisa menjadi magnet wisatawan yang berkunjung," kata Ardi.

Baca Juga: Suka Belanja Online? Coba Perhatikan Hal Berikut Berbelanja
Jokowi: Kalau PKI Muncul Gebug Saja

Dalam kesempatan itu, Ardi menjelaskan pemilihan nama Abdulrahman Syah untuk Masjid Agung Batam. Sultan Abdulrahman Syah merupakan sultan Riau-Lingga yang dikenal sangat alim.

Sepanjang hidupnya, Sultan Abdurrahman semasa hidupnya terkenal gemar beribadah dan suka menghabiskan waktu di masjid sejak Subuh hingga malam.

"Beliau juga uang menggagas pembangunan masjid di Pulau Penyengat," kata Ardi.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi bercerita mengenai alasannya memilih Kawasan Industri di Tanjunguncang untuk membangun Masjid Agung.

"Tahun 2009, ketika saya keliling masjid, pernah pada satu Jumat, saya shalat di sekitar Batuaji. Sewaktu shalat, saya melihat banyak saudara kita yang sudah keluar sebelum khutbah selesai, dan akhirnya mereka tidak shalat," tutur Rudi bercerita.

Ternyata, para pekerja terburu-buru hingga melalaikan ibadahnya karena waktu istirahat bekerja hampir habis. Dan jarak tempuh dari masjid ke lokasi industri nisbi jauh dan membutuhkan waktu.

Saat itu, Rudi mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena masih menjabat sebagai anggota DPRD yang tidak punya kekuasaan untuk mendapat lahan.

Maka, ketika terpilih sebagai Wakil Wali Kota Batam di 2011, ia meminta lahan untuk pembangunan masjid di Kawasan Industri Tanjunguncang kepada pemilik hak kelola lahan di pulau utama, Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam. Dan permohonan itu baru diluluskan dua tahun kemudian, Pemkot memperoleh lahan.

Video trending pilihan redaksi

Berita Terkait

Pulau Kecil di Perbatasan ini, Punya Nilai Ekonomi Dahsyat Pulau Kecil di Perbatasan ini, Punya Nilai Ekonomi Dahsyat
Pilgub DKI Diikuti Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot Saja, Siapa Unggul? Pilgub DKI Diikuti Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot Saja, Siapa Unggul?
Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat

#Jakarta #Masjid Agung Batam #Batam #Kepulauan Riau

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar