Akun FB Afi Aktif Lagi, Statusnya Bisa Bikin Penebar Benci Kapok

Afi Nihaya Faradisa. (Facebook)

Arah - Sosok gadis bernama Afi Nihaya Faradisa belakangan ini menjadi sorotan media. Statusnya di media sosial Facebook nyaring membicarakan toleransi di Indonesia.

Bisa dibilang, tulisan Afi di Facebook cukup menohok. Apalagi Indonesia sedang diterpa isu perpecahan terkait perbedaan keyakinan.

Baca Juga: Berbagai Alasan Kenapa Rizieq Shihab Belum Pulang ke Indonesia
Hanura Masih Kaji Anggotanya untuk Masuk Pansus Angket KPK

Gara-gara statusnya itu, akun Afi sempat tidak aktif. Hilang dari Facebook dalam waktu 24 jam. Tapi sekarang, Akunnya sudah kembali lagi pada Kamis (18/5). Dan, seperti yang biasa dia lakuka, Afi menuliskan status panjang.

Dalam statusnya, Afi juga mengunggah foto-fotonya saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Berikut bunyi status Afi usai akun Facebooknya aktif lagi.

SIAPAKAH AFI NIHAYA FARADISA?

Saya hanyalah perempuan biasa yang lahir di Banyuwangi pada tanggal 23 Juli 1998.

Afi Nihaya Faradisa adalah nama anagram atau nama pena dari Asa Firda Inayah.

Nama saya yang tercantum di kartu identitas adalah Asa Firda Inayah :)

Afi : (A)sa (F)irda (I)nayah

Nihaya : Inayah

Faradisa : Firdaasa

Mengapa saya menggunakan nama anagram? Karena saya ingin menyampaikan kebaikan-kebaikan secara anonim di dunia maya. Karena yang penting bagi saya bukanlah mengambil sebanyak mungkin keuntungan dari melambungnya nama. Karena yang penting bagi saya adalah tersampainya beragam pesan kebaikan pada sebanyak-banyaknya pembaca.

Saya adalah orang yang sangat jauh dari sempurna, berjuta-juta jumlah kekurangan pada diri

Saya hanya mencoba melakukan apapun yang gadis 18 tahun bisa lakukan untuk membuat dirinya berguna. Itu saja.

Menulis adalah salah satu hal yang saya pikir saya bisa lakukan untuk memberi kontribusi bagi bangsa ini dalam meluaskan sudut pandang, dalam menebarkan pesan perdamaian. Bahwa Kristen dan Islam tak harus bergesekan. Bahwa Cina dan Jawa sama-sama orang Indonesia.

Sampai suatu ketika, para wartawan mulai mendatangi saya di rumah dan di sekolah. Berita saya dimuat di surat kabar cetak, online, dan radio dengan catatan agar nama yang tercantum tetap nama pena. Saya diminta berbicara di beberapa seminar. Saya tampil di televisi. Saya memenuhi undangan makan pagi dari Pak Bupati Banyuwangi.

Ya, belakangan ini saya memang mendapat sorotan banyak orang, tapi hal itu bukanlah sebuah kesengajaan.

Saya ingin tahu apa kerugian yang saya timbulkan sampai-sampai banyak orang melaporkan akun saya secara bersamaan. Pihak Facebook telah men-suspend/melumpuhkan akun saya selama hampir 24 jam, saat tulisan berjudul WARISAN sedang ramai-ramainya dibagikan.

Selama kurun waktu tersebut, akun saya menghilang.

Saya sedih.

Di depan mata, upaya saya sejak lama tiba-tiba sirna.

Saya merasa bahwa inilah akhirnya.

Saya tidak menyangka, ternyata masih banyak orang yang menentang takdir Tuhan dengan meludahi perbedaan.

Saya bertanya-tanya,

Mengapa jika ego berbicara, gaungnya melebihi nurani kita yang sama-sama ciptaan-Nya?

Siang tadi, saat saya masih ada di balai kota, saat saya menjawab pertanyaan rekan media, ada gerimis dalam hati ini ketika menyaksikan beberapa teman dan followers FB sedang mencoba memviralkan hashtag #FACEBOOKbringbackAFI dengan harapan agar akun saya bisa segera pulih.

Padahal orang-orang itu tidak pernah bertemu secara langsung dengan saya, tapi mereka begitu peduli. Mereka percaya pada niat baik dan kesungguhan saya dalam menebarkan kebermanfaatan.

Masih banyak orang yang mendukung kedamaian dalam diam. Masih banyak orang yang menopang saya untuk berdiri, walau mereka 'sunyi'.

Peristiwa ini menguji saya pribadi. Menguji apakah saya benar-benar bisa sebaik tulisan saya saat menghadapi persoalan sungguhan, sekaligus mengetahui mana teman yang bukan hanya datang saat senang.

Beribu terima kasih pada Anda semua. Tanpa Anda, saya tidak akan bisa apa-apa

Saya TIDAK memiliki akun lain di situs facebook kecuali www.facebook.com/afinihaya

Saya memiliki akun instagram di @afi.nihayafaradisa dan email [email protected]

Selain yang saya sebutkan di atas, semuanya palsu termasuk fanpage, website, twitter, dan lainnya.

Saya muslim dan saya cinta saudara-saudara lain agama.

Saya percaya bahwa saya bukanlah satu-satunya muslim yang menghargai perbedaan, mentoleransi keragaman yang adalah bagian dari kehendak Tuhan.

Masih ada banyak orang yang saya rasa perlu untuk membaca tulisan WARISAN. Sayangnya, viralnya tulisan itu berusaha dihentikan oleh "berbagai pihak" selama beberapa waktu.

Maka, jika Anda berkenan, saya meminta dengan sangat agar Anda yang belum/sudah share untuk share tulisan itu lagi.

Semoga Tuhan merahmati.

Ini tulisan Afi yang bikin akunnya ‘dihilangkan’ Facebook

Berita Terkait

Tulisan Siswa SMA Ini Tentang Keberagaman Dibanjiri Pujian Tulisan Siswa SMA Ini Tentang Keberagaman Dibanjiri Pujian
Jelang Debat Cagub DKI, Ini yang Jadi Fokus Anies Baswedan Jelang Debat Cagub DKI, Ini yang Jadi Fokus Anies Baswedan
Kapolda Metro Sebut Rizieq Akui Kebenaran Video Ceramah Palu Arit Kapolda Metro Sebut Rizieq Akui Kebenaran Video Ceramah Palu Arit

#Jakarta #Afi Nihaya Faradisa #Akun facebook

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar