Pasca Krisis 1998, Pertama Kali S&P Naikkan Peringkat Indonesia

Ilustrasi Gedung Standar & Poor's

Arah -  Optimisme Indonesia untuk mendapat peringkat Investment Grade atau kelayakan investasi dari lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) berbuah manis.

Dikutip ekon.go.id, S&P akhirnya menaikkan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Itu berarti Indonesia sudah berstatus investment grade.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat lainnya, seperti Fitch telah memberikan rating BBB- atau investment grade kepada Indonesia pada 21 Desember 2016. Sedangkan Moody's memberikan rating Baa3 atau investment grade untuk Indonesia pada 8 Februari 2017.

Baca Juga: Sita Handphone Firza-Rizieq, Polisi Temukan Percakapan Soal...
Bukan Menteri Susi, Ini Mantan Menteri yang Baru Lulus SMA
Singgung Perceraian, Ridwan Kamil Curhat Bosen Nikah

S&P menaikkan peringkat Indonesia karena beberapa alasan, mulai dari sejumlah indikator perekonomian hingga proyeksi ekonomi Indonesia masa mendatang. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang baik juga menjadi salah satu faktor penyebab Indonesia naik peringkat.  

Pemerintah Indonesia memangkas belanja negara agar defisit terjaga. Juga ditopang oleh adanya tax amnesty yang mampu mendorong penerimaan negara. Fundamental ekonomi Indonesia pun relatif kuat karena mampu tumbuh 5,02 persen dengan inflasi yang stabil ke 3,02 persen. Selain itu, defisit transaksi berjalan ada pada kisaran 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dilansir Bloomberg, Jumat (19/5/2017), peringkat surat utang pemerintah (sovereign) Indonesia diangkat dari BB+ menjadi BBB-. S&P juga melaporkan bahwa outlook diubah menjadi stabil.

Goldman Sachs Group Inc. mengatakan, peningkatan peringkat ini dapat meningkatkan daya tarik aset Indonesia di antara investor institusi konservatif Jepang dan membantu menarik dana sebanyak US$ 5 miliar.

S&P memang sedikit lambat memberi perubahan peringkat Indonesia karena kekhawatiran pertumbuhan dan meningkatnya kredit macet.

Namun, S&P menilai momentum dalam ekonomi Indonesia telah meningkat tahun ini karena ekspor kembali pulih, dimana Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di angka 5,1 persen pada 2017.

Kenaikan pemeringkatan oleh S&P ini juga didukung dari keberhasilan program pengampunan pajak (tax amnesty) yang mampu memberikan menambah setoran pajak lebih dari US$ 11 miliar. Dana ini membantu mengurangi tekanan dalam anggaran dan menjadi sumber pemasukan untuk beberapa proyek infrastruktur.

Tahun lalu, pemerintah Indonesia memotong pengeluaran publik untuk memenuhi kenaikan defisit fiskal sebesar 3 persen dari PDB. Pemerintah juga membangun cadangan devisa ke level tertinggi sebesar US$ 123 miliar.

Dalam sejarahnya Indonesia pernah meraih status investment grade dari S&P pada saat sebelum krisis 1998. Indonesia justru meraih status investment grade pertama kali dari S&P pada pertengahan 1992, baru kemudian disusul Moody’s pada Maret 1994 dan Fitch pada Juni 1997 yang memberikan peringkat serupa.

Ekonomi Indonesia dinilai menjanjikan karena stabilitas yang terjaga dalam periode tersebut seiring pencitraan Indonesia sebagai “Macan Asia”.

Namun pada saat krisis Finansial Asia menghantam pada 1997-1999 merubah kondisi Indonesia. Saat diterpa krisis ekonomi, lembaga-lembaga kredit menilai betapa rentannya ekonomi Indonesia dalam menghadapi guncangan.

Fitch dan Moody’s mulai melakukan penurunan peringkat atas Indonesia menjadi B- dan B3. Bahkan S&P memangkas peringkat Indonesia menjadi SD (selective default) atau gagal bayar selektif pada Maret 1999.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Hakim MK Adakan Pertemuan, Bahas OTT Patrialis? Hakim MK Adakan Pertemuan, Bahas OTT Patrialis?
Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara
Rizieq Dilabeli Status Tersangka, Polri: Tinggal Nunggu Waktu! Rizieq Dilabeli Status Tersangka, Polri: Tinggal Nunggu Waktu!

#Jakarta #standar & poor's #peringkat ekonomi #Tax Amnesty

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar