Akademisi: Ekonomi Indonesia akan Maju Jika Fokus di Bidang..

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (13/9). Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2016 akan berada di level 5,0 persen, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu pemangkasan anggaran dalam APBN-P 2016. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Arah -  Akademisi dari Universitas Tokyo, Jepang, Satoshi Mori berpendapat Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam ekonomi dunia, bila terus fokus pada dunia pendidikan.

"Indonesia harus fokus pada pendidikan, sehingga Indonesia dapat mengembangkan produk-produk berteknologi tinggi agar dapat bergabung dengan deretan negara-negara kekuatan ekonomi dunia," kata Satoshi Mori dalam acara Jakarta Geopolitical Forum yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Pengamat geopolitik ini mengatakan, perubahan geopolitik pasca Perang Dingin membuat terjadinya masalah dan juga ancaman yang mengganggu stabilitas dunia internasional.

Ancaman itu diakibatkan kasus terorisme yang semakin marak terjadi, krisis pengungsi di Eropa, masalah Brexit, menguatnya sentimen konservatif dan proteksionis, dan pemanasan global serta ancaman rudal Korea Utara belum lama ini.

"Korea Utara sengaja meluncurkan rudal agar memancing Amerika Serikat ke meja perundingan, sebuah masalah yang seharusnya sudah selesai sejak lama," ujar Mori.

Namun, lanjut dia, Indonesia sudah berada di jalan yang benar.

"Indonesia fokus kepada pembangunan infrastruktur, dan saya berharap Indonesia harus dapat melakukan lebih daripada itu," ucapnya.

Baca Juga: Sita Handphone Firza-Rizieq, Polisi Temukan Percakapan Soal...
Viral Video Ridwan Kamil, Jaksa Agung: Mungkin Cari Aman
Heboh! Pastor Ini 'Ngaku' Punya Nomor Telpon Tuhan

Di tempat yang sama, Sekjen China Institute of International Studies (CIIS), Yang Yi juga menilai, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dapat memainkan peranan penting dalam dunia internasional.

"Indonesia negara ASEAN satu-satunya yang masuk G-20. Kita bisa bekerja sama dalam bidang ekonomi. Terutama dalam bidang maritim," ujar Yang Yi.

Indonesia dengan Tiongkok, dapat berperan lebih jauh di kawasan Asia Tenggara dan dunia. Yang Yi pun mengatakan bahwa Indonesia dengan Tiongkok selama ini telah terjalin kerja sama yang baik.

"Salah satunya kerja sama pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung," tutur Yang Yi.

Kendati demikian, ia mengakui masalah Laut Tiongkok Selatan membuat negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia bersitegang dalam hubungan diplomatik dengan Tiongkok.

Namun menurutnya masalah itu dapat diselesaikan dengan segera. Yang Yi mengatakan persoalan Laut Tiongkok Selatan, sudah dibahas Presiden Jokowi tatkala bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing minggu lalu.

Keduanya membicarakan masalah pertahanan dan keamanan, termasuk kerja sama dalam pengamanan Laut Tiongkok Selatan.

"Presiden Jokowi akan mengajak negara-negara ASEAN untuk turut membicarakan masalah tersebut," kata Yang Yi. (Antara)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Duh, IMF Prediksi Indonesia Alami Inflasi pada Akhir 2017 Duh, IMF Prediksi Indonesia Alami Inflasi pada Akhir 2017
Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor
Dua Cara Menteri ESDM agar Migas Jadi Devisa Indonesia Dua Cara Menteri ESDM agar Migas Jadi Devisa Indonesia

#Jakarta #Berita terkini #Ekonomi Indonesia #negara islam

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar