Goes To Kampung, Cara Pemkot Surabaya Dongkrak Ekonomi Eks Dolly

Eks Lokalisasi Dolly ikut lomba kebersihan antar Provinsi, Surabaya, Kamis (18/5). Area itu pun kini tengah dicat. (Foto: Arah.com/ Muhammad Mukied)

Arah - Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya keluarkan program ‘Campus Goes to Kampung’ untuk tangani masyarakat yang terkena dampak penutupan lokalisasi di Surabaya.

Program tersebut bertujuan untuk mendongkrak ekonomi warga. Dan, sudah berhasil menggandeng beberapa perguruan tinggi di Surabaya untuk secara bersama-sama fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di kampung atau kawasan eks lokalisasi.

"Untuk saat ini ada empat perguruan tinggi di Surabaya yang ikut terlibat dalam program Campus Goes to Kampung ini. Empat kampus tersebut yakni ITS, Unair, Untag dan UK Petra," kata Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinsos Kota Surabaya, Rosalia Retno Bintarti di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jumat (19/5)

Menurut Rosalia, dari hasil survei saat ini program tersebut masih difokuskan di eks lokalisasi Dolly, sehingga tim yang mewakili dari kampus akan melakukan pendampingan secara penuh di bekas lokalisasi terbesar di Asia tersebut sesuai dengan keahlian masing-masing.

"Jadi kampus-kampus ini fokus pada pemberdayaan masyarakat di kawasan eks lokalisasi sesuai keahlian masing-masing. Setelah melakukan survei, saat ini mereka fokus di kawasan eks lokalisasi Dolly karena di sana yang terbesar dari beberapa kawasan eks lokalisasi di Surabaya," imbuhnya.

Baca Juga: Aher Ajak Warga Galakkan Salat Subuh Berjamaah di Masjid
Ada Uang Rupiah di Apartemen Pelaku Teror Kelab Malam Turki

Sementara itu, Setiawan, dari Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat ITS mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, program tersebut selaras dengan salah satu kewajiban kampus, yakni tugas pengabdian kepada masyarakat. Karenanya, ITS menyambut baik sinergi dengan Dinsos untuk berbuat kepada masyarakat.

"Untuk pengabdian di masyarakat ini, kami punya ring satu yakni tiga kelurahan di dekat kampus dan ring dua di Surabaya kami fokus di eks lokaliasi Dolly dulu. Kami menggali potensi masyarakat, apa usaha yang dimaui yang berdampak pada peningkatan ekonomi," ujar Setiawan.

Secara konkret, Setiawan menyebut akan mencoba mengembangkan UMKM yang tengah tumbuh di Putat Jaya. Semisal batik, pihaknya akan membuat bank desain batik. Lalu keripik SamiJali. Dia menyebut dari sisi packing sudah bagus.

"Tapi kendalanya untuk pengering ketika musim hujan. Kami akan bantu alat untuk pengeringan. Ini sedang dirancang yang cocok alatnya apa. Yang jelas alatnya nggak pakai listrik tetapi cukup elpiji agar terjangkau," pungkasnya.  (Muhammad Mukied)

Video trending pilihan redaksi:

Berita Terkait

Inilah Nyai R Hindun, Muslimat NU Generasi Pertama Inilah Nyai R Hindun, Muslimat NU Generasi Pertama
Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut
Aksi Bakar Lilin di Surabaya Minta Ahok Dibebaskan Aksi Bakar Lilin di Surabaya Minta Ahok Dibebaskan

#Jakarta #Lokalisasi Dolly #Surabaya

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar