Muhammadiyah: Pembubaran HTI Bukan Solusi Usir Anti-Pancasila

Logo Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (foto/twitter)

Arah - Sekertaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan pembubaran organisasi masyarakat secara legal oleh pemerintah bukan menjadi solusi tepat untuk menghentikan ideologi anti-NKRI yang sudah berkembang di Indonesia.

"Pembubaran itu walaupun legal tidak menjadi solusi, karena sekali lagi ideologi itu tidak berhenti dengan dia dinyatakan terlarang," kata Mu'ti di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

Mu'ti menerangkan, ideologi anti NKRI akan terus berkembang jika terdapat ruang gerak di kalangan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini harus menutup ruang gerak dengan membangun pribadi masyarakat yang sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga: Sakit TBC Kelenjar, Fitri Tropica Tunda Punya Anak
Bergaya Unik, Claudia Adinda Rela Beli Barang Jadul Harga Mahal

Lebih lanjut, menurut dia, ideologi anti-NKRI akan berhenti jika tidak mendapat ruang gerak, karena ide serta gagasannya tidak diterima di kalangan masyarakat.

"Ideologi itu berhenti kalau dia tidak mendapat ruang gerak karena gagasannya tidak laku di masyarakat," tutur Mu'ti.

Sebelumnya diketahui, rencana pemerintah membubarkan HTI karena dianggap tidak sejalan dengan ideologi bangsa yakni Pancasila dan UUD 1945. HTI bertujuan untuk menciptakan negara mayoritas muslim dapat di pimpin oleh Khilafah atau Khalifah yang sesuai dengan ajaran Islam. (Muhamad Ridwan)

Video trending pilihan redaksi:

Berita Terkait

GAPAI Sumut Sebut Pemerintah Blunder Bubarkan HTI GAPAI Sumut Sebut Pemerintah Blunder Bubarkan HTI
Ketua MUI Jabar Pastikan Tak Ada Lagi Ormas Anti Pancasila Ketua MUI Jabar Pastikan Tak Ada Lagi Ormas Anti Pancasila
NU dan Muhammadiyah Sepakat Dukung Pemerintah Bubarkan HTI NU dan Muhammadiyah Sepakat Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

#Jakarta #bubarkan HTI #Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar