Sekda Pertanyakan KJP Plus, Ini Penjelasan Lengkap Anies-Sandi

Warga antri mengambil Kartu Jakarta Pintar (KJP) saat pendistribusian tahap dua 2016 di Kantor Walikota Jakarta Barat, Minggu (26/2). Bank DKI kembali menistribusikan 35.127 Kartu Jakarta Pintar di empat wilayah administratif DKI Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Arah - Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan mekanisme program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus besutannya lebih bersifat fleksibel guna menjangkau kebutuhan masyarakat Jakarta.

Hal itu menjawab pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah yang menyebut tidak ada perbedaan antara KJP milik Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

"Nanti biar kita terjemahkan secara detik oleh tim. Pada prinsipnya KJP plus menjangkau lebih banyak dan formulanya, pemanfataannya, intinya itu, yang putus sekolah juga dijangkau. Fleksibelitas itu artinya ada dalam bentuk barang dan tunai," ujar Anies Baswedan di Jalan Makmur 25, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (22/5/2017).

Lebih lanjut, Anies menjelaskan KJP Plus dalam pelaksanaannya nanti akan disempurnakan kembali seperti proses pendataan yang akurat sehingga dalam pemanfaatannya lebih maksimal.

"Hal seperti itu tentu perlu kerja teknokratis, pendataan, formula seperti apa sehingga pemanfaatan bisa optimal. Jadi dua-duanya tapi nanti urutannya tetap ada, mana dulu tergantung ketersediaan data juga," jelas Anies.

Baca Juga: Video: Masjid Tertua di Inggris Ternyata Dibangun oleh Profesor
Bentuk Nokia 9 Bocor, Pakai Dua Kamera Juga?

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan salah satu program andalan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yakni Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bisa masuk pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017.

Menurutnya, program KJP Plus milih Anies-Sandi memiliki latar belakang yang tak jauh berbeda dengan program KJP pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -Djarot Saiful Hidayat.

"KJP namanya sama KJP sama ada tambahan plus-nya. Tetap ada KJP nggak akan hilang," ujar Saefullah di Balai Kota.

Saefullah menambahkan, pembahasan apakah nantinya ada perbedaan antara KJP dan KJP Plus Saefullah menilai akan melihat kajian dari tim sinkronisasi dan Pemprov DKI Jakarta.

"Nanti seperti apa plusnya? Apakah pesertanya yang bertambah atau keterjangkauan yang ditambah atau usianya, katanya 6 sampai 21 tahun. Gitu, ini masih dibicarakan," tukasnya. (Restu)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Djarot Tidak Tahu Kenapa Program Anies-Sandi Ditolak APBD-P Djarot Tidak Tahu Kenapa Program Anies-Sandi Ditolak APBD-P
Djarot Tolak Bertemu Dengan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Djarot Tolak Bertemu Dengan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi
Sekretaris Daerah Akui Anies-Sandi Ajak Plt Djarot Audiensi Sekretaris Daerah Akui Anies-Sandi Ajak Plt Djarot Audiensi

#Jakarta #Anies-Sandi #Anies Baswedan #Sandiaga Uno #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Plt Gubernur Djarot #Djarot Saiful Hidayat #Kartu Jakarta Pintar (KJP)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar