Wow! Delapan Film Tiongkok Diproduksi Di Indonesia

Ilustrasi Film China (Foto: Shutterstock)

Arah - Sebanyak 8 judul film Tiongkok diproduksi di Indonesia sepanjang tahun 2017, dua di antaranya akan memulai pengambilan gambar pada Juni dan Juli.

Direktur Komersial Red and White yang menghubungkan beberapa produser dan sutradara film China dengan pemerintah Indonesia, Nova Tentunata menyebutkan film Love First Sight akan melakukan pengambilan gambar di Bali pada Juni 2017.

"Sudah delapan film yang mengantongi izin untuk melakukan pengambilan gambar di Indonesia. Film ini melibatkan aktor utama Reza Rahardian," kata Nova di sela-sela mendampingi beberapa pejabat Badan Ekonomi dan Kreatif RI di Hengdian World Studio's, Provinsi Zhejiang, Jumat (26/5/2017) dilansir dari Antara.

Kemudian sutradara film Equatorial Love, Wang Yimin, akan ke Palembang, Sumatra Selatan, untuk memulai pengambilan gambar pada Juli 2017.

Beberapa film lain, lanjut Nova, masih memulai proses produksi di China sebelum melakukan pengambilan gambar di Indonesia.

Pada bulan Agustus 2017, film berjudul Tsunami akan memulai pengambilan gambar di Aceh.

Film karya Jonathan Shen yang menjadi produser film layar lebar Kungfu Yoga dengan dibintangi Jacky Chen itu bakal menelan biaya 30 juta dolar AS.

"Semua film yang diproduksi di Indonesia tersebut berbahasa Mandarin. Sebagian ada yang nantinya diputar di Indonesia," katanya.

Red and White pada 2015 berhasil memfasilitasi produksi film Island Dreamzz karya Julius Liu yang sebagian besar pengambilan gambarnya di Bali.

Baca Juga: Pria Thailand Ini Berani Bayar Rp1,1 Miliar untuk Tokek Raksasa
Para Orang Tua, Ada Baiknya Periksa Tiroid untuk Bayi Baru Lahir

Dari total produksi film bergenre remaja senilai Rp60 miliar itu sekitar Rp20 miliar dihabiskan untuk biaya produksi di Bali.

"Equator Love rencananya akan menghabiskan dana Rp1 miliar di Palembang," kata Nova.

Red and White selama ini berperan dalam menjembatani kepentingan para sutradara film di China dengan pemerintah Indonesia yang hendak melakukan pengambilan gambar, jasa produksi, dan fasilitas lain terkait dengan perfilman.

"Biasanya film-film garapan sutradara China juga melibatkan produser dari Indonesia atau pemilik properti perfilman di Indonesia," kata Gandhi yang terus mendorong sutradara China untuk memproduksi film di Indonesia.

Tetap pantau informasi gaya hidup terbaru dan terkini hanya di arah.com

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Korut Luncurkan Rudal, China Minta Semua Pihak Menahan Diri Korut Luncurkan Rudal, China Minta Semua Pihak Menahan Diri
Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat
Ini Langkah MUI Memediasi Perseteruan Megawati dan Habib Rizieq Ini Langkah MUI Memediasi Perseteruan Megawati dan Habib Rizieq

#Jakarta #Produksi Film #Artis Film #china #Reza Rahadian

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar