Tolak Revisi UU KPK, Bambang Widjojanto: DPR Representasi Siapa?

Bambang Widjojanto menyatakan bahwa masa depan politik Indonesia ada di tangan anak muda

Arah -  Penolakan revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus meningkat. Sejumlah organisasi menganggap revisi ini akan melemahkan KPK dan melahirkan lebih banyak koruptor. Hal itu dikatakan oleh Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto yang hadir dalam forum "Kenapa Tolak Revisi UU KPK" yang digelar di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta, Rabu (17/02/2016).

"Pada ketetapan MPR No. 8 Tahun 2001. Pada pasal 4 disebutkan 'Mencabut, mengubah, atau mengganti semua peraturan perundang-undangan serta keputusan-keputusan penyelenggara negara yang berindikasi melindungi atau memungkinkan terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme'. Ini kan berarti melanggar ketetapan MPR, bahkan sebenarnya DPR sekarang secara sengaja melahirkan orde korupsi, bukan reformasi. Jika seperti itu, kita yang sekarang ini sedang membangun orde korupsi," tegasnya.

Bambang juga menambahkan, dari hasil survey indikator, anak muda di Indonesia usia 20-40 tahun yang jumlahnya 80 juta menolak revisi Undang-undang itu. Bahkan, jika cakupan usia diperlebar menjadi 15-45 tahun, jumlahnya mencapai 120 juta jiwa, atau 67 persen dari total populasi di Indonesia. 

"Mereka yang berusia 21-40 tahun, 70 persen tidak setuju dengan revisi UU KPK. Jika ditambah dengan kewenangan penyadapan, presentasenya menjadi 87 persen. Lalu pertanyaan reflektifnya, kebanyakan anggota DPR sekarang merepresentasikan golongan apa?" jelas Bambang.

Mantan Ketua KPK itu juga menegaskan masa depan Indonesia berada di tangan anak muda dengan jumlah yang sangat banyak.

Berita Terkait

PSI Tolak Revisi UU KPK PSI Tolak Revisi UU KPK
Kapolri Minta Jaksa Agung Jelaskan Alasan Deponering Kapolri Minta Jaksa Agung Jelaskan Alasan Deponering
Kasus Dideponering, Ini Harapan Bambang Widjojanto Kasus Dideponering, Ini Harapan Bambang Widjojanto

#Revisi UU KPK #Partai Politik #politik #Bambang Widjojanto

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar