Setara: Propaganda Kebangkitan Komunisme Modus Bungkam Kebebasan

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Arah - Ketua Setara Institute Hendardi menilai propaganda kebangkitan komunisme adalah modus lama untuk membungkam kebebasan warga dan menghalang-halangi upaya pengungkapan kebenaran dan pemulihan hak korban peristiwa 1965.

"Presiden Joko Widodo harus memastikan apakah betul propaganda kebangkitan komunisme adalah modus lama itu," kata Hendardi melalui siaran pers diterima di Jakarta, Rabu.

Hendardi menilai pernyataan Presiden yang disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Polri Jenderal Polisi Badrodin Haiti terkait langkah menghadapi dugaan kebangkitan komunisme merupakan bentuk kemunduran sikap pemerintah yang sedang berupaya menyelesaikan kasus 1965.

"Kemungkinan Presiden memperoleh masukan yang tidak tepat dari pihak-pihak tertentu yang ingin membelokkan fenomena intoleransi yang terjadi dalam bentuk pembubaran kegiatan masyarakat sebagai bentuk bentuk kebangkitan komunisme," tuturnya.

Menurut Hendardi, masyarakat Indonesia tentu paham bahwa Indonesia masih memiliki Tap MPRS dan UU No. 27 Tahun 1996 tentang perubahan pasal 107 KUHP yang melarang komunisme.

Namun, penerapan ketentuan itu yang membabi buta merupakan tindakan yang membahayakan demokrasi dan hak asasi manusia.

"Selama ini tuduhan kebangkitan komunisme tidak pernah bisa diverifikasi dan dibuktikan oleh pemerintah karena merupakan propaganda tanpa indikasi dan bukti yang kuat," katanya.

Berita Terkait

Kisah Sumini: Gerwani dan Kelamnya Tragedi 1965 Kisah Sumini: Gerwani dan Kelamnya Tragedi 1965
Polisi Periksa Pemilik Toko Baju 'Palu Arit' Polisi Periksa Pemilik Toko Baju 'Palu Arit'
Ketua MPR RI: Jangan Terlalu Reaktif Sikapi Palu Arit Ketua MPR RI: Jangan Terlalu Reaktif Sikapi Palu Arit

#Partai Komunis Indonesia #komunis #Komunisme #Setara

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar