Ini Kata Kemenlu Soal Kondisi WNI Pasca Teror di Filipina

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir. (arah.com/Dani Hermansyah)

Arah - Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao memastikan bahwa 17 warga negara Indonesia (WNI) di Filipina dalam keadaan baik pascaperistiwa baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di kota Marawi.

"Ada 17 WNI di sana. Yang satu menetap di sana dan berkeluarga, dan 16 orang lainnya adalah rombongan majelis taklim. Telah dikonfirmasi mereka dalam keadaan baik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Arrmanatha menjelaskan bahwa 16 orang WNI tersebut merupakan bagian dari kelompok majelis taklim yang sedang melakukan ibadah keliling-keliling tempat ibadah di daerah selatan Filipina. Dia menyebutkan, kondisi para WNI itu baik-baik saja dan mereka sementara ini tinggal di tempat yang dekat dengan kantor polisi setempat. Dia menambahkan para WNI tersebut juga mengikuti aturan yang berlaku.

Baca Juga: KPK Tetapkan Irjen Kemendes dan Auditor BPK Tersangka Suap
Bulan Juli, Pabrik Semen Indonesia Rembang Beroperasi Komersial

"Mereka mengikuti aturan larangan keluar dan tidak keluar pada jam tertentu," kata dia.

Arrmanatha juga mengatakan bahwa KJRI di Davao juga telah mengupayakan evakuasi, namun para WNI tersebut mengaku masih ingin berada di Filipina. Untuk itu, lanjut dia, Kementerian Luar Negeri RI tetap melakukan komunikasi dengan perwakilan di Filipina guna memastikan keamanan para WNI tersebut.

Arrmanatha menambahkan, hingga saat ini belum ada informasi yang menyebut bahwa ada dugaan WNI yang ikut dalam penyerangan di Marawi.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan keadaan darurat militer di Mindanao sejak Selasa (23/5) malam. Hal itu menyusul terjadinya baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di kota Marawi. Seperti dilaporkan oleh media lokal Filipina, baku tembak terjadi ketika polisi dan tentara bergerak untuk melaksanakan perintah penahanan seorang pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. Kemudian kelompok bersenjata Maute menanggapi rencana penahanan tersebut dengan menyerbu kota Marawi. (Antara).

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Tiga WNI Diduga Diculik Kelompok Bersenjata Filipina Tiga WNI Diduga Diculik Kelompok Bersenjata Filipina
Pembunuhan Kim Jong Nam, KBRI Kirim Pengacara untuk Siti Aisyah Pembunuhan Kim Jong Nam, KBRI Kirim Pengacara untuk Siti Aisyah
Ini Sosok yang Merekrut 16 WNI Terduga Teroris ISIS Ini Sosok yang Merekrut 16 WNI Terduga Teroris ISIS

#Jakarta #Terorisme #Filipina #Warga Negara Indonesia (WNI) #Kemenlu RI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar