Singgung SARA, Alfian Tanjung Ditahan Polisi

Ustadz Alfian Tanjung meminta maaf kepada Nezar Patria terkait pernyataan dalam ceramahnya yang menyebutkan Nezar Patria adalah tokoh PKI pada 1 Oktober 2016 di Masjid Said Tanah Abang Jakarta Pusat. (foto/arah.com/Ridwan)

Arah - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menahan Alfian Tanjung hari ini. Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menjelaskan, Alfian terjerat dugaan penyebaran informasi sesat yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu dengan menyinggung suku, ras dan antargolongan (SARA).

"Dari dua alat bukti yang ada, Alfian Tanjung kini berstatus tersangka. Ditangkap pada Senin kemarin (29/5) dan telah ditahan pada Selasa, (30/05)," kata Ari di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/05).

Ari melanjutkan, Alfian telah menyatakan dengan terang-terangan tuduhan tanpa dasar kuat secara hukum, terhadap Presiden hingga Kapolda Metro Jaya sebagai PKI.

"Di video ceramah yang kami terima, transkripnya menyebutkan bahwa 'Jokowi adalah PKI, Cina PKI, Ahok harus dipenggal kepalanya dan Kapolda Metro Jaya diindikasikan PKI'. Ini fatal untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Belum lagi jika anak-anak sampai menyaksikan video itu lalu mencontohnya," ujar Ari.

"Melabelkan seseorang dengan diksi atau kata, misalnya, 'kafir' saja memiliki aturannya secara agama. Tidak secara serampangan mengkafirkan. Terlebih lagi, beliau, kan, Ustadz," tambahnya.

Baca Juga: Sekolah Kotor, Puluhan Kepsek Tangerang Diberi Sanksi
Terkuak, Padi Pertama Kali Ditanam di China 10.000 Tahun Lalu

Akibat ucapannya itu, Alfian diminta pihak kepolisian untuk membuktikan tuduhannya di meja hijau.

"Nah, apalagi dengan melabelkan Presiden satu negara, negaranya sendiri, hingga Kapolda Metro Jaya dengan PKI. Alfian harus membuktikan tuduhannya itu di meja hijau," tambahnya.

Alfian dibekuk atas dasar laporan dari masyarakat berinisial S, warga Kecamatan Lakarsanti, Surabaya. Saat itu, pada Minggu (09/04), S tengah mengunjungi kerabatnya, H di Kecamatan Wiyung, Surabaya. Di sana ia melihat tayangan dari Youtube berjudul Subuh Berjama'ah "Menghadapi Invasi PKI & PKC" oleh Alfian Tanjung.

S merasa, ceramah yang ia saksikan itu telah menyatakan perasaan kebencian di muka umum terhadap sesuatu dan penghapusan diskriminasi ras, etnis, dan melanggar UU ITE, sehingga S merasa dirugikan. S pun melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Jatim guna proses hukum lebih lanjut. (May)

Video trending pilihan redaksi:

----

Berita Terkait

Sunyi Senyap, Begini Suasana Rumah Patrialis Akbar Sunyi Senyap, Begini Suasana Rumah Patrialis Akbar
Waspada! Ada Potensi Isu SARA di Pilkada Jabar Waspada! Ada Potensi Isu SARA di Pilkada Jabar
Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq

#Jakarta #Isu SARA

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar